seperti langit fajar yang rindu menanti matahari
waktuku hanya sampai cahaya terbenam
untuk bertemu untuk dihindari
toh, sudah tahu akan kelam
alangkah oh alangkah
tindakanku ini berbuah berkah
hari apa lagi yang mau ditelaah
semua rasanya sudah pecah
aku ingin merubuhkan dinding takdir
merusak takdirku sendiri
ketimbang diarahkan kesana sini
dan begitu minim arti
mau mati pun tak cukup arti yang dibawa
mau hidup pun tak cukup harga yang dikenakan
sendu, tak cukup biru
kelabu, tanpa rasa, atau aku yang sudah mati rasa
No comments:
Post a Comment