Baru dibeliin laptop, dan ini posting pertama gw dari laptop gw sendiri. When I got this on my own hand, words that came out to my head was like "Oh come on! Do I even deserve this?". Dan hal itu terus mengganggu kepala gw. Sampe tadi gw nyetirin keluarga pulang ke rumah hampir nabrak beberapa kali (ngeri banget, suer), memang cara mengendarai kendaraan di Indonesia sudah tidak layak disaksikan dengan mata. Apalagi bagi yang nyetir, menderita, stres, dan ga bisa marah karena kata mereka "ini sudah biasa, jangan norak, baru tinggal di jakarta mas?". Brengsek.
Oke, kembali ke.... emm laptop.
September gw bakal mulai kuliah, di SGU, taking mechatronics as the subject. Jadi kata bokap "na, kamu harus punya laptop pas kuliah, ga mungkin kan kamu ke warnet kalo lagi rebutan sama adek adek kamu di rumah?". Gw langsung kepikiran kalo emang gw ada tugas kuliah banyak gw harus ke warnet, belum digodain sama mbak mbak yang jaga, mati lampu, ataupun hal hal tragis lainnya yang ga bisa dijadikan alasan pas tugas kuliah belum ngumpul. Agak ngeri memang...
Tapi, seperti seorang bocah yang baru aja lahir di kerajaan inggris dan kebetulan berkelamin lelaki, lalu kemudian diberikan tahta kerajaan inggris di punggungnya. Dan si bocah akan berkata "Loh?", sama kayak gw sekarang. Gw gak merasa layak untuk punya benda yang sedang gw ketik ketik ini, dan benda ini malah jadi beban di punggung gw pas kuliah nanti. Apabila gw kuliah main main, gak bener, gw bakal merasa teramat sangat bersalah karena benda ini.
Jadi ketimbang terus merasa khawatir, khawatir, dan khawatir secara terus menerus atas apa yang akan terjadi. Gw mungkin harus menjadikan benda ini sebagai motivasi gw untuk lulus kuliah 4 tahun lagi, dan cepat cepat kerja di luar negri dan mengajak keluarga gw untuk makan malam dari gaji pertama gw. Gw akan membalas kedua orang tua gw dengan benda ataupun nonbenda berkali kali lipat dari benda ini. Astaga, gw masih gak merasa layak nih.
Entahlah, mungkin rileks sedikit, dan memberikan sedikit senyum di wajah gw. Karena dari tadi gw terlihat terbengong bengong saat disuruh memilih, dan saat mulai membungkus ini. Haruskah gw senyum? Haruskah?
Semoga saja semua baik baik saja, beberapa bulan lagi, dan 4 tahun kemudian. Semoga kedua orang tua hamba masih hidup dan sehat, hamba mau balas sebanyak banyaknya atas semua yang diberikan ini. Gw ga pandai mengucapkan terimakasih, tapi gw ga tau apa gw pandai berterimakasih atau gak. Ya semoga saja iya. Amin atas semua doa yang tadi hm hm hm.....
Oke, saya kira itu saja lah. Selamat bagi yang bela Jerman! Gw megang Belanda, Korea Utara, Korea Selatan, dan Jepang. Belanda melaju terus, semoga bisa ketemu di final biar asyik berduel di laga terakhir. Sayang gw ga punya kostumnya nih, harus nabung lagi.... Oke, saya kira itu saja untuk malam ini. Semoga hari kalian indah, menyenangkan, dan terus begitu setiap harinya. Auf Wiedersehen!
2 comments:
wihiii, i support south korea, north korea and japan too. agak sedih pas jepang kalah sama paraguay :(
tos! asia ga pernah juara nih :(
Post a Comment