Mungkin kalian akan terganggu dengan imajinasi gw yang begitu absurd namun di sisi lain juga akurat. Dan topik yang akan gw bicarakan akan begitu menarik yakni, bagaimana mengantisipasi jumlah motor dan kendaraan umum yang nyetirnya semakin gak punya aturan. Menarik kan? Topik yang gw ambil memang selalu keren, karena gw terlahir begitu keren, sudah takdir Tuhan begini.
Dengan selembar sepuluh ribuan, gw setiap hari mengandalkan benda itu untuk berputar putar sekitar jakarta selatan hingga akhirnya pulang ke rumah. Dengan angkutan umum (not specific transportation) ataupun kopaja (copaja, entah ada bahasa inggrisnya atau tidak) gw beranjak dari tempat satu ke tempat lainnya. Dibandingkan dengan menyetir sendiri, tekanan lebih sedikit, dibanding naik ojek resiko masuk angin lebih kecil.
Biar gw review sedikit.....
Jakarta, kota dengan jumlah penduduk hampir 8 juta, dan jika ditotalkan dengan jabodetabek sekitar 23 juta manusia. Manusia yang umumnya punya rutinitas, entah positif atau negatif, entah kaya ataupun miskin, tapi yang pasti kota ini, rada mati soal toleransi strata sosial, dan sangat sensitif terhadap suatu hal yg berbau ekonomi. Sekejam kejamnya ibu tiri, masih lebih kejam ibukota memang.
Bayangkan jika setiap harinya dan secara turun temurun kita tidak mengganti pola kegiatan kita sehari hari. Berangkat dari subuh naik motor, kebut kebutan bersaing sama jalanan yang sempit sama mobil pribadi dan angkutan umum untuk sampai ke tempat tujuan. Untuk jangka pendek memang motor bakal jadi solusi untuk beberapa pihak. Tapi bagi beberapa komunitas pengguna jalan, motor sekarang sudah seperti kecoa, nyebar kemana mana, setiap ada sela pasti dimasukin.
Stres kan? Ngebayanginnya aja rasanya pengen ngebakar monumen nasional. Apalagi ngejalaninnya setiap hari, mungkin kita butuh solusi yang lebih bersifat jangka panjang ketimbang motor yang jumlahnya sudah mencapai jumlah semut di rumah gw. Yang pasti, sangat sangat banyak.
Oke, dengan selembar uang sepuluh ribuan, mungkin semua akan berubah, tapi dibutuhkan visi yang lebih baik dibandingkan orang biasa. Bagi orang yang egois, narrow minded, ataupun norak, mungkin tidak akan cocok membaca hal di bawah ini. So mari dimulai.....
Menciptakan Tren Anak Labil
Pertama, jika kita mulai menggunakan kendaraan umum. Orang orang gaul seperti kalian mulai menggunakan kendaraan umum, pasti 5 orang teman anda yang tidak gaul akan terpengaruh, dan hal ini akan mulai menjadi tren. Lalu dalam sebulan mungkin sudah akan ada 5 orang yang melihat status di msn anda yang seperti "panas nih di bus, tapi seru!" gitu, pasti adek kelas yang masih norak dan labil bakal ikutan, karena orang sekeren anda ini seperti memberi inspirasi bagaimana caranya menjadi keren.
Lalu perlahan jika anak remaja ataupun menengah dewasa mulai terpengaruh dengan tren anak labil ini, otomatis orang tua para anak remaja akan tak henti bertanya tentang apa yang terjadi dengan anaknya lebih ingin naik kendaraan umum ketimbang mobil pribadi, lalu mulailah tahap kedua....
Perubahan Signifikan pada Dimensi Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
Ketika orang tua bertanya tanya alasan, jawablah seperti kata kata di atas. Karena bakal menjadi bukti nyata apabila orang kaya, menengah, ataupun kurang mampu bersatu di suatu kendaraan yang umum. Dan dengan begitu juga perubahan cara pandang terhadap mereka, karena mereka pasti secara tidak sengaja akan bertukar cerita di dalamnya, bisa saling tertawa apabila ada yang kepalanya terjedut bagian atas angkutan umum.
Lalu tentu saja ekonomi yang tadinya terbiasa menggunakan kendaraan pribadi biasanya boros, ataupun menyalakan air conditioner secara terus menerus, belum lagi menggunakan musik, accumulator dan bahan bakar kan harus dibeli pakai uang, kalau naik kendaraan umum, biarkan si supir yang bayar, anda hanya tinggal menunggu sambil membaca buku.
Lingkungan, terakhir dan yang terpenting. Banyak orang mengeluhkan global warming di Indonesia, sok peduli global warming dengan pesan pesan tanam pohon di mana mana. Tapi apabila kita tetap terus menggunakan kendaraan pribadi untuk menyampaikan pesan ini, pesan ini akan hilang dong, iya kan? Walaupun pembuangannya belum sempurna, tapi apabila satu mobil bisa buat 12 orang hingga 30 orang, ketimbang naik motor dipaksain 3 sampe akhirnya meninggal pas pulang, ya lebih efisien yang banyak lah.
Gas Buangannya Bagaimana?
Bagaimana kita bisa melihat suatu perbaikan jika kita tidak pernah ikut andil di dalamnya. Sama saja kayak kita mau lingkungan komplek kita bersih tapi kita gak pernah ikut kerja bakti dan ga pernah beres beres rumah. Kita harus memberikan kesempatan pada mobil mobil bobrok itu mengantar kita setiap harinya, dengan itu, dengan jumlah uang yang lebih banyak karena penumpang meningkat, dengan bantuan nasehat kita setiap hari, pasti mereka akan mampu ganti mobil atau apa lah dengan sesuatu yang lebih layak.
Manfaat untuk Jangka Panjangnya Apa?
Kita menyumbang untuk anak anak supir angkot ini sekolah, dan bila kita konsisten terus melakukan hal ini, kita bakal mulai memperdangkal jurang sosial yang ada di Jakarta ini. Lalu uang yang lari palingan lari ke majikan supir angkot buat uang sewa, terus uang sewanya juga dipake lagi buat beli sayur di pasar, dan roda ekonomi berputar lebih ringan, dan rejeki mulai mengalir lebih deras dari biasanya.
Ketimbang kita menggunakan mobil sendiri, satu satunya perbuatan baik yang kita lakukan saat mengendarainya ya cuman pas ngisi bensin doang, dan itu juga pengaruhnya tidak terlalu besar untuk roda ekonomi Indonesia.
------------------------------
Mungkin banyak orang akan berkata bahwa hal ini tidak mungkin, mengada ada, norak, ataupun terlalu malas untuk mencobanya. Tapi ketika kita menuntut perubahan dan kita tidak mau ikut tahu apa yang terjadi sebenarnya di lingkungan kita, mau dibilang apa kita? Si super egois? Dan Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mengubah nasib mereka sendiri, setuju?
Terlalu kaya = sangat bosan
Kaya = bosan
Sedang = senang, seru
Miskin = bosan (miskin)
Terlalu miskin = sangat bosan (miskin)
Kreatifitas hanya akan lahir dari pikiran yang jernih, hidup tanpa kemewahan dan apa adanya. Setiap orang di Indonesia menuntut kemewahan, isi perut, dan kepastian yang jelas di hidupnya. Membosankan bukan? Makanya ketika tujuannya sudah salah, maka akhirnya pasti ga jauh beda. Di jepang, mau yang rumahnya kecil atau besar banget, semua menggunakan kendaraan umum atau sepeda. Jangan ngeyel "Ya Indonesia kan gak ada transportasi yang bagus".
Jangan pernah komentar kalau anda tidak ikut berpartisipasi, anda norak.
Jangan salahkan presiden, jangan salahkan mentri, jangan salahkan supir bus atau siapapun.
Suatu pemimpin di suatu kaum, adalah cerminan dari kaum itu sendiri. Jadi yang harus berubah terlebih dahulu adalah kita, kita remaja remaja keren dan gaul seperti gw, bukannya pemimpin yang sudah keburu "sangat indonesia" itu. Kalau kita semua menjadi cerdas, tidak norak, dan menggunakan fasilitas yang ada dan menghargai sesama. Tidak mungkin jika mayoritas semua orang begitu lalu tahu tahu pemimpinnya begitu acuh terhadap negaranya.
Jangan pernah remehkan hal kecil dalam hidup, dan mulai lah gunakan uang sepuluh ribuan anda untuk naik kendaraan umum. Jadilah anak gaul, keren, dan asyik seperti gw ini. Hihi...
No comments:
Post a Comment