Sunday, July 11, 2010

menjadi pulpen yang lebih nyata

Lagi lagi dari komik yang baru gw baca gratisan di internet, 'Welcome to N.H.K.'. Pikiran gw terbuka semakin lebar lebar dan lebar.

Karakter utama di komik itu adalah seorang pria yang dikeluarkan dari universitas, mengidap social withdrawn syndrome, rasa takut untuk bertemu orang lain, dan rasa takut untuk disakiti oleh orang lain. Maka ia terus mengurung dirinya di apartemen yang masih dibiayai orang tuanya. Sekaligus pria di karakter ini memiliki sifat mesum dan memiliki hasrat seksual yang aneh untuk ukuran pria kebanyakan.

Dengan obat obatan terlarang dia menghilangkan rasa sakitnya sedikit demi sedikit, lalu ia begitu menutup diri karena begitu takut bahwa orang lain akan menyakitinya suatu hari. Tema yang diangkat di komik ini benar benar, real.

Beberapa tema yang diangkat seperti bunuh diri, ingin cepat cepat mengakhiri masalah yang ada dengan melompat dari gedung, dan merasa gagal dari kehidupan di usia muda. Gw ga pernah menemukan komik yang begitu bittersweet seperti ini. Benar benar karya kehidupan.

Kesimpulan yang gw tarik dari komik itu adalah, banyak orang yang tidak suka hal praktis seperti motivasi diri dalam 5 menit, mengubah diri dengan menjadikan masalah sebagai cambuk, dan menghadapi masalah setiap harinya karena sekedar butuh uang. Mereka menghindar dari itu semua karena mereka takut akan hal yang sebenarnya, kehidupan itu sendiri.

Memang tidak dituntut bagi kita untuk membuat hidup kita seindah mungkin, meraih semua mimpi, menjadi orang paling gaul di dunia, dan apalah istilahnya untuk menjadi sesuatu manusia yang berhasil. Tapi di balik itu semua, jika memang benar semua kehidupan manusia ini direkam, maka setiap hidup di manusia ini tidak ada yang tidak indah untuk ditonton. Dengan kejahatan, kebodohan, kepasrahan, dan keputus asaan yang setiap hari kita lakukan, hidup memang kopi dengan sedikit gula di dalamnya.

Menjadi normal saja sudah sulit bagi beberapa orang, membuka diri, berbicara dengan orang di sekitar, dan berusaha menyampaikan apa yang ia pikirkan. Bagi beberapa orang hal ini begitu sulit, mungkin menjadi kesalahan berbagai agama untuk menuntut lebih dari kita, manusia yang terdiri dari hanya daging dan darah, untuk melakukan segala perintah perintah, menjauhi larangan, dan tanpa diberikan kesempatan untuk mengenal siapa kita.

Sehingga banyak sekarang orang yang begitu tertutup, mengurung dirinya, dan menikmati hidup di bawah selimut tanpa bepergian kemana mana, tanpa aktivitas sedikitpun. Dan mereka itu, nyata. Sifat mereka tidak dibuat buat, tidak palsu seperti seorang remaja yang ingin pergi dari rumah dan bergaul dengan temannya, pulang malam, berpesta pora. Bagi beberapa orang, menjadi normal saja sudah sulit. Dan beberapa orang seperti inilah yang nyata.

Banyak orang bilang bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian. Lalu kemudian ada orang yang terus bersenang senang seumur hidupnya. Dan ada orang yang terus bersakit sakit di hidupnya dan terus merasa kesepian. Mengapa ada hal seperti ini? Karena inilah hidup, yang dibilang beberapa orang sebagai neraka yang paling nyata, tempat paling membingungkan untuk ditinggali, bahkan bayi selucu apapun pasti menangis ketika mereka dilahirkan.

Umumnya psikologi populer macam 'berpikir positif, dan jadilah pemenang' akan membuat seseorang berubah menjadi lebih baik.

Tapi, di balik itu semua. Banyak orang yang mencari arti hidupnya tanpa harus membohongi hidupnya sendiri, dengan menghidupi hidupnya secara lebih, lebih, dan lebih lagi. Meskipun mereka dihantui rasa takut, tapi entah kenapa mereka lebih menyukai menjadi manusia, ketimbang manusia dengan aliran positif yang berlebihan.

Entahlah, gw sendiri gak terlalu tahu hidup itu apa. Tapi gw sedikit demi sedikit mulai tahu siapa yang nyata dan siapa yang tidak. Ada beberapa orang yang berusaha melewati batas dari dirinya sendiri, ada yang bermain dengan kelebihan karakternya dan mempermainkan perasaan orang lain, dan ada yang biasa saja. Semua begitu sempurna ketika bersama, dan kita akan selalu melewati bagian detailnya.

Hidup? Antusias terhadap hidup saja sudah cukup, yakin bahwa akan ada orang yang membantu anda di luar sana juga sudah lebih dari cukup. Sekarang gw merasa, entahlah, secara ekstrim menjadi orang yang mandiri justru bisa menyakiti orang lain. Setiap hari adalah kejutan, hadiah, atau kadang masalah.

Jangan mati sebelum waktunya, karena itu akan merusak alur cerita yang sudah dibuat. Nanti setelah mati, kita akan tonton sama sama ya. Tetap semangat :)

2 comments:

rizta said...

sukaaaaaa!!!!
gue baca tepat ketika gue ngasah piso :)

Rana Gemilang said...

haduh mau ngapain sih dikau, jgn ngmg macem2 ah.. haha