Thursday, July 08, 2010

lorong sunyi

Fisikku tidak kekar laksana atlet atau pendekar apapun, tapi rasanya seperti hari aku merasa menjadi pegulat amatir yang selalu merasa lelah.

Entah karena kesadaranku seperti terketuk berkali kali setiap melewati lorong lorong sunyi dan lantunan lagu di tengah malam yang tak henti mengiringi. Dan itu semua terus membuatku berpikir dua kali untuk apa yang terjadi, setidaknya, untuk saat ini.

Apalagi petuah orang tuaku benar benar melekat di kepalaku yang biasanya sulit diberitahu ini. "Hari ini bukan segalanya, camkan baik baik itu" tutur orang tuaku. Seolah dia jengkel betul dengan kelakuanku yang tidak henti pergi kesana kemari mengurus hal jangka pendek yang manfaatnya belum tahu bisa dipetik atau tidak.

Setiap aku ingin istirahat, pavor nocturnus tidak henti mengganggu tidurku. Aku selalu tenggelam terlalu dalam di alam mimpiku, hanyut dibawa ombak mimpi yang entah kemana mereka mau membawaku. Gelap, terang, gelap, dan terang. Mimpi buruk? Bahkan alam mimpi di mana aku bisa menentukan mimpi ini baik atau buruk saja tidak ada, yang ada hanya ada perasaan tidak bisa mengendalikan tubuh seutuhnya.

Bercerita ke siapa, temanku hanya mengerti hal hal yang sederhana, orang tuaku menyederhanakan segalanya, dan aku bercerita pada benda ini. Bagaimana menurutmu?

Astaga, gangguan tidurku buruk sekali beberapa hari ini.

No comments: