Tuesday, April 20, 2010

tergantung orangnya

Pembelaan yang bakal sering banget didenger, sesering kita mendengar suara klakson di senin pagi hari, sesering hari berubah menjadi biru. Siapa yang gak pernah melakukan pembelaan "tergantung orangnya"? Gw jamin hampir semuanya mengatakan ini. Betapa kita ingin menunjukkan bahwa kita rada berbeda dengan orang kebanyakan, dan menyatakan bahwa kita kenal kita sendiri dan seolah ingin mengatakan please don't misjudge saya.

Tapi waktu kecil, gw terlalu sering menggunakan kata kata itu. Dan bahkan gw membayangkan kumpulan kumpulan penjahat di antara mereka pasti ada yang baik. Siapa tau aja di antara Si Jangkar, Si Kopeng, atau Si Jidat Baret ada orang yang jiwanya bersih. Misalnya Si Jidat Baret sebenarnya gak pengen jualan narkoba, tapi karena ga enak sama pamannya yang udah tua, dan bibinya juga udah agak kumisan. Jadi dia terpaksa harus ikut jual beli narkoba di pasar. Si Jidat Baret mungkin aja terlahir terlalu baik untuk dunia ini, bahkan untuk menolak yang sangat buruk pun dia tidak enak.

Iya, tergantung orangnya. Tapi untuk diketahui lebih lanjut, ada beberapa tipe untuk jenis karakter dasar orang. Lebih jelasnya begini:
1. Orang bener dan baik : Wajar lah kalau dia gak pernah keserempet hal buruk kyk merkosa kumbang ataupun nelanjangin patung selamat datang. Orang ini tau mana yang baik dan buruk, dan tahu cara memperlakukan hidupnya.
2. Orang baik : Hidupnya ngikutin arus aja, polos, dan gak tau apa apa. Biasanya orang kayak gini kejerumusnya gara gara temen, stres yang berlebihan, ataupun tekanan batin dari lingkungan. Dan gw percaya masih banyak orang kayak gini. Selamatkanlah mereka kawan~
3. Orang baik tapi ga bener : Kita sering kan ngeliat preman ramah sama orang orang tertentu, kita sering kan ngeliat kakak kelas tukang bunuh orang tapi kalau diajak ngobrol enak, atau mungkin karyawan muda yang suka jajan wanita juga ternyata orangnya baik tapi rada kesepian. Ya mereka sebenarnya orang baik, sayangnya mereka tidak tahu bagaimana cara memperlakukan hidupnya.
4. Orang buruk tapi bener : Hatinya gampang cemburu, iri, dengki. Tapi entah kenapa nasibnya harus mengarahkan dia untuk jadi orang baik. Ya sisanya bisa ditebak, nasibnya bagus nih orang.
5. Orang buruk dan tidak bener : Seharusnya mereka masih punya hati nurani, tapi nampaknya mereka sudah gak punya yang kayak gituan. Jadi mereka lebih milih untuk jadi gila untuk mewaraskan kekosongan hatinya. Sayang sekali, orang seperti ini sudah rada sulit dikembalikan.

Bagaimana cara mengatasinya? Kata tergantung orangnya sangat terkait dengan lingkungan di mana kita tinggal. Ingatlah, bahwa kita dilihat dari siapa teman kita. Jika kita dekat dengan penjual parfum maka kita akan wangi, jika kita dekat dengan penjual minyak maka kita akan berminyak, jika kita dekat dengan pepohonan maka kita akan jadi manusia pohon (tidakkkk). Bukan bermaksud membeda bedakan orang. Ya agak membeda bedakan sih, tapi kan bukan dari materinya, tapi dari tingkah lakunya. Karena semakin sering kita ke tempat yang abu abu, akan semakin cepat kita ke hitam.

Bukan berarti yang jahat harus diasingkan juga, mereka harus diberikan HUKUMAN MATI. Ah nggak lah, gw juga kurang suka sama hukuman islam yang harus dihukum mati lah. Sejahat jahatnya orang, ya kalau dia ditinggalin ke satu pulau sendirian juga nanti tobat (ngasal abis teorinya). Saya percaya para koruptor pasti sebenarnya orang orang baik, di rumahnya sayang sama anaknya, duitnya dipake buat infaq, dan selebihnya dipake buat pesta pora. Bagus ya, bagus, tinggal nunggu ditembak kepalanya pake bazoka.

Dan untuk para pria atau wanita ambisius di luar sana yang sedang berebut universitas, jangan takut. Hukum tergantung orangnya ini berlaku kok. Ga mesti yang negri unggulan pasti sukses, atau yang kuliah di luar negri berduit udah kejamin. Kita hidup di dunia yang sempit, rumit, dan agak menyebalkan. Kita gak pernah tau apa yang Tuhan punya untuk kita. Dan dia yang menolong dirinya sendiri akan diberikan jalan, dan Tuhan akan menerangi jalannya. Bagi pelajar ibukota, jangan menyerah. Kalian masih berebut jalur menuju roma, masih ada seribu jalan lagi. CIAO!

No comments: