Thursday, April 08, 2010

membosankan

membosankan melihat orang kalangan atas bertengkar karena pajak, bail out, dan terorisme. kalangan bawah masih suka perang antar saudara, kecelakaan lalu lintas, dan suka diadili karena kesalahan kecil kayak nyuri ranting lah, nyuri coklat lah. dan antusiasme remaja sekarang juga lebih ke dunia pesta, segala sesuatu yang gemerlap dan sesaat. andai semua orang terlahir ingin untuk bermanfaat bagi yang lain. bukan memanfaatkan dan mencari keuntungan.

rasa sudah mati, yang kaya raya foya foya, yang muda hura hura, yang miskin tinggal nunggu waktu. dan lebih membosankan lagi melihat orang yang tidak terketuk hatinya sama sekali melihat kejadian ini. mereka tetap bekerja mencari materi, bisa bisanya membiarkan kecoa menyebar di mana mana. jengkel betul rasanya, lelah untuk berhadapan dengan hidup ini di kemudian harinya. pasar tiap hari kebakaran, tapi ga ada perbaikan. mall isinya itu itu aja. semua orang makin banyak yang ngeselin.

betapa kecil kita, tapi semua ingin menjadi besar dalam artian sesungguhnya. tidak ingin berbagi antar sesama dan malah saling cabik dan memangsa. kadang heran apa yang sebenarnya dicari dari hidup yang gak lebih lama dari 70 tahun ini. sudah pasti mati toh masih saja ada yang membunuh orang lain. alam dirusak, perang dibuat, dan sesuatu harusnya dilakukan demi tujuan yang baik kan? perang demi kebaikan, alam demi kebutuhan hidup. tapi nyatanya kita semua tidak merasakan apa apa, dan semakin buruk kayaknya akhir akhir ini.

rindu sekali dengan orang baik yang bertebaran di mana mana, tidak membeda bedakan, dan memberikan semuanya untuk orang lain. rindu kehidupan yang tidak palsu, bukan di tempat mewah, pelayanan gila gilaan, mabuk sampai tengah malam. rindu melihat embun, rindu melihat bayi yang berlari kesana kemari. bukannya melihat kekerasan, muka masam, kejenuhan, dan kepalsuan yang mulai menjadi permanen ini. tolong dihentikan semuanya ini, bisa?

muak rasanya

No comments: