Antara goresan goresan hidup yang abstrak dan absurd ini, masih saja kita manusia bisa menyimpulkan sesuatu. Heran banget, padahal kalau dipikir pikir hidup kita dipenuhi hal hal yang bener bener acak. Coba aja mulai dari bangun pagi, kadang kita yang biasanya nyabunin tangan duluan, sekarang dada kiri dulu, atau yang biasanya gosok gigi buru buru, kadang kadang pelan pelan. Hidup ini acak banget, setuju?
Bayangin aja gw udah beberapa kali gw mencoba untuk membuat jalur hidup gw sendiri dengan milih sekolah seenak jidat, tapi akhir2nya nyasar di baktimulya yang konon sekolah kaya ini. Dan tau tau gw kenal dengan begitu banyak orang dalam serentak, dan setahun kemudian mereka ambles hilang semua ditelan gaung gaung sepi. Padahal kayaknya semua dulu pasti dan terencana. Tapi apa yang terjadi? Suka ada goresan goresan gila yang melintas di hidup kita, pertama tama kita bakal ngeliat itu seperti hal yang berantakan. Tapi kalau kita mundur beberapa langkah, "wah gambarnya kok jadi bagusan". Tuhan itu memberikan goresan acak yang seolah mengacak acak tapi justru membantu kita menyelesaikan gambar untuk dipajang nanti di akhirat.
Di setiap harinya, banyak orang yang melarikan diri dari keabstrakan ini, mereka melarikan ke negara yang lebih nyantai, pekerjaan yang lebih konstan, dan semua hal yang bergerak statis. Padahal mereka telah melakukan hal yang sangat disayangkan, membuang kejutan di setiap harinya. Sama kayak hari ini, tau tau gw nemu tukang ojek ga pake helm yang nganterin gw ngebut ngebut cuman modal pake peci. Mana bisa kita menemukan ini ketika hidup kita sudah terjadwal rapih? Bakal jauh lebih menyebalkan ketika gambar terlalu tegak lurus, warnanya tidak ada gradasi, tidak ada warna gelap, terang, dan perpaduan lainnya.
Memang kadang seiring dengan goresan goresan kuas Tuhan yang bikin kita jadi kelabu, lemes, dan ga mau ngapa2in lagi. Karena kayaknya semakin kita keluar dari rumah dan bersosialisasi, kita bakal semakin diubek ubek sama Tuhan sampai akhirnya kita pulang lagi ke rumah untuk sembunyi di dalam selimut coklat yang nyaman. Dan pertanyaan utamanya, "sebenarnya rumah itu di luar atau di dalam?". Subyektivitasnya tinggi sih, tapi gw bilang sebenarnya rumah ada di luar, seharusnya begitu. Karena kita tidak pernah terlalu muda atau tua untuk berada di luar seharian.
Tapi teori memang agak ribet untuk menjelaskan yang agak abstrak ini, apalagi gw juga punya perasaan. Dan hati gw sekarang mendung ditambah dengan efek hitam putih plus pencahayaan kurang. Rasanya gw mesti meraba raba apa yang ada dan apa yang tidak ada. Anggap saja warna terang adalah kesenangan, dan warna gelap adalah kesedihan atau paksaan. Ketika gambar isinya warna terang doang, apa yang pertama kali terlintas? "Uh, indie abis gambarnya, so cool". Sayang sekali responnya tidak akan begitu, "yaelah gitu doang, biasa banget". Apakah pengen dikomentari seperti itu? Pengen pengen aja sih..... Bagi yang hidupnya mau terus ga seru, terus terus terus dan terus.
Mari kita agak putar sedikit kasusnya. Dan ketika suatu gambar ada perpaduan yang sempurna, dan mampu menunjukkan pesan yang berada di dalamnya. Kesimpulannya, gambar yang baik adalah gambar yang memberi pesan. Bukan gambar yang indah ataupun sekedar berwarna warni bagaikan kucing dicat. Dan semakin kita menerima warna warna yang sedang digoreskan di hidup kita, maka kita akan semakin mendapatkan pesannya. Bisa peringatan, ataupun pujian. Dan berhentilah menyesal, karena menyesal sama saja dengan menggunakan cat putih untuk menghapus suatu gambar. Semua akan rusak sebelum gambar itu berhasil diperbaiki.
Hari ini kayak ceramah di gereja gitu deh. Ya mungkin ini adalah uraian dari kepala gw sendiri yang agak penat dan pengen mengeluarkan unek uneknya. Eh tolong didownload dong, kalian semua harus dengar ini :
Eels - Beautiful Freak
Eels - Fresh Feeling
Travis - Flowers In The Window
Travis - Love Will Come Through
Soalnya musik yang gw kasih ga pernah sekedar sebagai musik sekali dengar dan bosan. Musik ini mewakili hidup sehari hari, yang seharusnya disetel saat lo senang ataupun sedih. Walaupun kita bakal kaget sih pas sedih tau tau ada yang nyetel lagu. Terima hidup ini apa adanya, bukan ada apanya. CIAO!
No comments:
Post a Comment