Sekitar 45 menit lagi sebelum jam 3 pagi. Dan seperti yang anak sekarang lakukan pada liburan, yakni adalah ngerakit bom. Ya di zaman yang sudah menggila ini, ketika semua hiburan terasa membosankan. Mungkin sudah saatnya bagi kita untuk merakit bom, menarik picunya, dan BUM, meledak bum bagai kim bum. Daging anda sudah ada di deret ke 6 pasar swalayan bagian daging.
Umur panjang dan pendek gak ada bedanya, percayalah sama gw (gw adalah pelajar yang ga jelas arah hidupnya luntang lantung, silahkan percaya). Kecuali bagi mereka yang mati saat dilahirkan. Dan bagi gw, hidup seperti bantal yang dilempar ke atas, ditembak beberapa kali, dan bulu angsa akan bertebaran di mana mana. Saat bulu angsanya menyentuh lantai, di saat itu lah hidup berakhir. Cepat, terlalu cepat untuk menyesal, terlalu cepat untuk berbuat apapun, mungkin hanya satu hal yang sempat dilakukan di dalam hidup ini, yakni hidup itu sendiri.
Waktu adalah pedang, waktu adalah uang, bagaimana kalau gw buat kalimat baru, waktu bisa bergerak. Terdengar konyol seperti permen karet big babol yang bikin sakit gigi, tapi ini gak sekonyol yang lo kira. Pertama, pernahkah anda menatapi jam dinding tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun? Atau mungkin pernahkah anda menikmati tayangan film yang sangat seru? Bagaimana tiap detik berlalu? Berbeda bukan?
Seharusnya bila memang waktu itu absolut, kita akan merasakan hal yang sama saat kita membuang waktu kita atau menikmatinya. JADI, teori pertama gw, waktu seharusnya bukan jadi ukuran waktu itu sendiri. Teori kedua gw, waktu bisa memperlambat dirinya sendiri, atau mempercepat dirinya, tergantung pemiliknya. Teori ketiga gw, waktu gak bisa mundur (ini udah sering jadi kata2 utama buat sinetron, ataupun iklan sabun cuci, iya apa, mungkin). Dan pertanyaan ini selalu melintas di kepala gw bagai delman kebelet pipis.
Bisakah kita memperlambat atau mempercepat waktu?
Nah, ini pernah dijelaskan oleh profesor di salah satu universitas di jakarta, tepatnya di Universitas Lempar Anak Harian Manajemen Usaha (ULAHMU). Jadi jawabannya gini, siapakah pemilik waktu? Tuhan? Ya benar, tapi itu pemilik saham terbesar, dan kita diberikan saham setidaknya 50% untuk menguasai waktu yang ada di sekitar kita.
Saat mobil melaju 60 kilometer per jam, dan anda berada di dalamnya. Apakah anda merasakan waktu yang sama dengan orang yang melintas di pasar? TIDAK, anda pasti merasa berbeda (jujur deh), ya ini dikarenakan anda mengalami waktu paradoks saat berada di dalam mobil, anda merasakan waktu yang ada di dalam kecepatan mobil. Bila anda berada di atas benda cepat, maka nilai waktu akan berubah sesuai kecepatan benda itu sendiri.
Jadi kemungkinan untuk memperlambat dan mempercepat waktu sangatlah tinggi, dari 0 sampai 1, kita memiliki kemungkinan 33,3%. Ini dikarenakan masa lalu, sekarang, dan masa depan. Dalam 100 percobaan anda mungkin akan mengalami 30 kali kemujuran dalam memperlambat atau mempercepat waktu, percayalah gw.
Bagaimana praktek yang signifikan untuk teori ini?
Praktek yang akan dilakukan ini bukanlah malpraktek, ataupun praktek tata boga yang disuruh masak laksa, percayalah. Sebenarnya pengenalan praktek ini sudah dikenal lama oleh Leonardo Da Vinci, dan oleh kakak kandung Da Vinci, Leonardo De Caprio. Mereka seperti Wright bersaudara yang menciptakan pesawat kertas itu. Bedanya mereka hanya memiliki teori sisa, beginilah bunyi teorinya.
"tidaklah nilai waktu di atas bumi setimbang dengan waktu putaran bumi, nilai waktu memiliki variabel khusus yang tidak memiliki pola, karena tidak memiliki pola, seharusnya mereka bisa dikendalikan"
Namun teori ini tidak pernah selesai, Leonardo bersaudara terlalu sibuk membuat film Da Vinci Code dan Titanic. Teori ini akan disempurnakan oleh gw. Dan menjawab pertanyaan di atas, SANGAT MUDAH saudaraku. Dengan waktu yang bergerak menjauhi titik (0,0) dan memulai tiap detiknya, ini akan membentuk kurva di tengah garis tegak lurus ke kanan atas tersebut. Di sana lah waktu memiliki perbedaan di tiap pemiliknya.
Jadi saat anda mengendarai motor atau mobil, anda dapat keluar dari mobil saat mobil melaju 60 km per jam, anda akan mengalami pergeseran waktu sesaat, awalnya anda akan terpelanting, tapi saat terpelanting itu lah anda akan mengubah nilai waktu yang ada. Dan waktu akan menjadi lambat.
Dan seharusnya anda sudah tahu bagaimana cara mempercepat waktu, sudahkah? Anda dapat berdiri di titik diam dengan nilai V (kecepatan) = 0, lalu anda ditabrak dengan truk besar, di saat inilah waktu bergeser, waktu anda yang sebenarnya akan mengalami distorsi sejenak dengan waktu truk. Dan anda akan mempercepat waktu.
Apakah ini memiliki pengaruh secara psikologi?
TENTU SAJA, boneka hoka hoka bento yang kepalanya goyang goyang juga pasti tahu kalau teori lambat cepat waktu ini bisa dilakukan dalam psikologi. Apakah anda pernah tidur? Orang berpikir dengan waktu tidur yang pas, kita akan bangun dengan segar. SANGAT SALAH, kita harus mencapai setidaknya satu titik di garis kestabilan tubuh. Dan ngomong ngomong saya menjelaskan secara biologi, ya saya memang manusia tidak luput dari kesalahan, ada yang tau arti luput? Lupakanlah.
Bila anda sedang mengalami ketegangan emosi yang memuncak, syaraf anda menyampaikan pesan yang bergerak cepat. Dan anda tahu apa artinya ini? Kita akan mengalami waktu sesuai dengan apa yang syaraf rasakan. Kita akan mengalami percepatan waktu yang luar biasa. Seperti saat melakukan olahraga ekstrim, seperti main bola, bungee jumping, atau commit suicide that doesn't succeed, atau terjun payung, atau makan api, atau main basket sama gorila, atau jogging sama manusia kanibal. Terlalu banyak atau nampaknya.
Ya di buku ilmiah yang menang nobel 5 kali berturut turut di institut penelitian fisika di jerman, yakni Harry Potter karangan Jusuf Kalla Rowling. Tertulis bahwa lebih sulit untuk memperlambat benda ketimbang menambah kecepatan, diperlukan gaya yang lebih kuat untuk mencapai titik 0 dalam kecepatan. Hal ini juga berpengaruh sama pada psikologi, lebih sulit untuk memperlambat waktu dalam kehidupan spiritual dan rohani. Dalam prakteknya sekilas mudah, kita bisa memperlambat waktu dengan yoga, rekreasi, ataupun hanya mendengarkan musik. Tapi efek yang dihasilkan tidak sebaik mempercepat waktu, sangat tidak permanen.
Bagaimana anda menjelaskan tidak adanya dualitas dalam umur panjang dan pendek?
Dengan mudah saya jawab, orang yang berumur panjang adalah orang yang tidak pernah memperlambat waktu, terus bergerak dengan normal. Orang yang berumur pendek adalah orang yang selalu memperlambat waktunya, dan membiarkan mereka mengisi dengan kualitas hidup mereka sendiri.
Apakah ada alat mempercepat memperlambat waktu?
Memang saat ini belum ada benda itu, namun diperlukan energi nuklir besar untuk menghentikan waktu. Mungkin di akhirat sana mereka telah menggunakan teknologi ini, waktu bisa berjalan sangat lama di sana.
Apa kesimpulan dari teori ini?
DARI TADI GAK MERHATIIN? Ini dari tadi saya jelasin panjang lebar kok ga didengerin deh. Ya memang pada akhirnya kita tidak akan mempraktekan hal ini sering sering, karena kita sendiri tahu, waktu begitu berharga, begitu berharga sehingga mereka bisa menjadi kenangan. Sesuatu yang lebih kuat dari teori saya, yakni mesin waktu manusia, kenangan.
Dan dalam teori saya, saya sangat ingin manusia tidak menyiakan waktu yang ada. Karena ada kalanya di mana semua hukum ini akan lepas dan semua akan jadi tiada aturan. Dan saya ingin punya pacar cewek korea yang cantik, kalo bisa salah satu personil wondergirls, atau bisa juga Lee Yeon Hee. Dalam penyempurnaan saya yang terakhir, ini bunyi teori terakhir saya, setelah ini saya akan berhenti dari profesor dan menjadi penjaga kolam renang di las vegas.
"Di kala waktu berdiri tegap di atas semua hukum, biarkan waktu beristirahat, biarkan ia duduk santai, pasti capek dia berdiri tegap. Biarkan semuanya sia sia, dan segala sesuatu justru akan memiliki arti, tanpa waktu pun kita bisa hidup"
1 comment:
halo rana haha ini bagus deh postnya hehe
Post a Comment