mungkin aku duduk terdiam terlalu lama
membiarkan bosan menyelinap masuk kesana kemari
lengkung senyumku mulai melurus
aku diam
jengkelku memuncak
aku sulit tertawa
wajahku kaku, pikiranku beku
aku yang meledak ledak ini
kehilangan api dan sumbunya
tertinggal bubuk mesiu dingin
aku memulainya lagi
aku yang tidak tersadarkan
mulai gila perlahan
No comments:
Post a Comment