Kalo diputusin sakit, jadian enak, tapi kalo digantungin paling ga enak. Jadi di tengah tuh emang paling banyak cobaannya. Kalo paling bego di kelas pasti guru afal, paling pinter apalagi, tapi kalo biasa saja, guru pun biasa saja. Entah memang manusia berbeda2 atau gw aja yang pengen selalu di tengah spotlight, mungkin gw emang punya mental artis mungkin, iya akhir2 ini gw memang ditawari untuk jadi bintang iklan untuk pelet ikan hiu, gw yg jadi peletnya.
Tapi emg dasarnya gw ga mau jadi orang kyk begitu gmana dong, lebih suka jadi yang biasa2. Tapi setelah diselediki lebih lanjut, yg biasa2 paling banyak cobaannya. Suka ga enak memang kalau jadi penengah, serasa terjepit kereta. Suka ga enak memang kalau jadi orang yang alim tapi ga alim. Suka ga enak memang jadi 5 di antara 1-10. Memang yang paling bagus kata orang tuh seimbang, seimbang sama biasa sama ga sih?
Semua pasti ada positif negatifnya, jangan terima mentah2 iya gak? Digoreng dulu lah minimal. Jadi kalo gw catat dalam kehidupan sehari2 gw, ini poin poin yang merugikan menjadi orang biasa:
- kurang dapat perhatian, bosan menjadi abu abu ketimbang putih atau hitam
- mudah dilupakan karena ga ada ciri khas
- sulit ke atas atau pun ke bawah, secara ekonomi, edukasi, atau dunia pariwisata halah
- tidak berpengaruh di lingkungan sekitar, netral
- susah buat belok, suruh milih kiri apa kanan malah lurus, akhirnya nabrak
- karena biasa saja, hidup anda tidak seperti roller coaster, aman dan stabil
- bagi cowok atau cewek yang biasa, mereka akan lebih cepet kawin atau nikah
- karena biasa menjadi penonton anda bakal jauh lebih bijaksana dari yang lain
- masuk surga ga tinggi2, masuk neraka juga ga dalem2 amat
- kemungkinan jadi orang jahat kecil, karena tidak oportunis dan sangat konservatif
terbit, menyinari, terbenam, dan hilang
seperti dirimu
No comments:
Post a Comment