Mari melihat post yang satu ini dengan sudut pandang yang teramat sangat luas, sehingga kalian nanti gak mudah tersinggung bacanya.
Kemarin, gw pergi buat pemanasan otak, yakni ngerjain kalkulus diferensial dan integral (silahkan muntah bagi yang sudah kebayang angka jungkir balik di kepala anda). Yak seperti biasa, belajar, untuk persiapan biar gak terlalu kaget di universitas.
Tapi kemarin, pas gw berada di tengah perjalanan. Rasa penasaran gw kembali tersentuh, entahlah, gw merasa manusia di dunia ini asik sendiri dengan kehidupannya. Dan jika Tuhan yang moderat itu benar benar ada, gw rasa orang eropa lebih banyak yang masuk surga ketimbang indonesia. Tidak usah dipertanyakan lah, bersih kan sebagian dari iman, setengah dari nilai keimanan seseorang, indonesia terbiasa hidup dengan lingkungan yang kotor, jadi entahlah... Kita semua masuk neraka saudaraku.
Ya, selain itu kemarin gw merhatiin sekumpulan orang yang kerjaannya jualan CD mp3 ataupun DVD gak jelas di deket rumah, rasanya mereka tidak pernah melempar tali ke mimpi mereka, sehingga mereka tetap berada di bawah (entahlah bagi mereka, dari sudut pandang gw, untuk puas berada di tingkat pekerjaan seperti itu, adalah rendah). Tapi, bagaimana kalau kita melihat ini semua dari sudut pandang Tuhan? Rasanya memang semua sama saja.
Satu satunya makhluk yang bisa berpikir kan manusia. Jadi seluruh bumi ini fasilitas atau responsibilitas?
Pada akhirnya yang pasti bukanlah untuk uang, karena semakin banyak orang yang tidak berminat terhadap uang, uang sudah tidak menjanjikan untuk memberi apapun. Seperti waktu zaman kerajaan, ketika emas mereka tidak mampu lagi membeli seorang permaisuri sebaik baiknya.
Sekarang gw mulai mengerti mengapa bokap gw memilih untuk hidup biasa biasa saja, dengan gaji yang sebenarnya bisa diakal akalin untuk menjadi kaya raya. Sekarang gw mulai mengerti mengapa 'kaya', tidak seharusnya dijadikan cita cita. Karena mereka membosankan.
Jika dilihat dari tingkah laku bokap, bokap sudah mencapai titik di mana dia mengerti bahwa rezeki yang dia dapat sudah cukup. Dan uang hanyalah sekedar tongkat untuk menopang tubuhnya agar mampu berdiri, dan membantu orang sekeluarga berdiri. Dan bokap tidak menjadikan uang sebagai sarana menjadikan dia mampu terbang ataupun salto kesana kesini.
Dan status sosial? Kita manusia seharusnya tidak terlalu murahan untuk mencari cari pujian, mencari popularitas yang sebenarnya akan hilang dalam 5 kali kedipan. Status sosial = membosankan.
Lalu pada akhirnya apa?
Karena kita mencari kekayaan dan status sosial selama 2 milenium ini, dan terbukti semua itu gagal, dan ga jelas arahnya kemana. Mending kita sekarang mencoba mencari sesuatu yang lebih layak dipertahankan, atau setidaknya, layak untuk dimiliki sebelum akhirnya kita meninggal dan menyatu dengan tanah.
Mencari mimpi memang seru, membuat mimpi, merangkainya berkali kali hingga akhirnya menjadi kenyataan. Tapi jika targetnya kelewat gak jelas, pasti bakalan berubah jadi ekspektasi doang. Dan kata orang "Tanpa mimpi, kamu gak akan bisa jadi orang besar". Tapi buktinya banyak juga orang yang hidup biasa biasa aja, jauh lebih bahagia ketimbang orang yang punya mimpi. Dasar manusia, suka menyamaratakan semua hal.
Tujuan kita pada akhirnya adalah menjadi keren. Kita semua diberikan badan, kemampuan yang cukup dari sudut pandang Tuhan. Tugas kita adalah menjadi manusia yang jauh lebih keren. Karena seperti komik yang gw baca, Shinchan. Dia waktu itu sempet berkali kali berusaha menjadi orang yang penampilannya keren, tapi ternyata dia dikecewakan oleh minimnya arti dari hal itu. Hingga suatu saat dia bertemu dengan orang yang kepribadiannya keren. Akhirnya dia terinspirasi dari hal itu.
Kesimpulannya adalah.
Mencari uang itu dangkal, itu hanya pendekatan paling masuk akal untuk orang orang yang tidak berakal, karena hanya materi lah yang mereka bisa sentuh dan rasakan. Lain dengan orang orang hebat yang tersebar di mancanegara. Yang pasti jangan hidup dengan tujuan yang dangkal, karena hidupmu akan terlihat sedangkal kolam renak anak TK.
Sekian untuk hari ini, seperti biasa, posting yang sok tahu, ciao :)
No comments:
Post a Comment