Jika anda masih mengidap sindrom lajang, segeralah instropeksi diri anda, mungkin ada sesuatu yang salah dengan anda. Oke, daripada gw menjelaskan hal hal yang kurang bisa digambarkan, akan gw jelaskan lebih spesifik.
Apakah anda berpikir seperti ini?
1. Saya harus punya pacar, bukan manusia pun tak apa, yang penting bisa in a relationship
2. Saya seharusnya laku, tapi orang lain lebih gencar promosinya
3. Saya tidak mau hidup lagi jika dalam 1 minggu gak punya pacar
Jika iya, maka segeralah masukkan teh manis lewat kedua lubang hidung anda, selamat, anda tipikal orang kebanyakan dan super labil!
Ckck astagfirullah, tapi yang namanya keinginan tak tertahankan tidak boleh ditahan tahan, karena bendungan diciptakan untuk memindahkan aliran air ke arah yang berbeda, bukan untuk membendungnya terus menerus. Mungkin anda hanya butuh keluar rumah, menggunakan kostum yang agak mencekam ataupun menggelegar di depan lawan jenis anda. Seperti kostum beruang ataupun kostum bom sambil berkata "kalau kamu gak mau nerima cinta aku, aku meledak sekarang juga!", hal itu gak pernah gagal, percaya deh....
Mungkin tipe tipe labil seperti anda harus sering sering minum jus pare campur mengkudu biar tahu kepahitan hidup, banyak orang di dunia ini yang terlahir tidak beruntung, ada yang buntung kepalanya, ada yang punggungnya bolong, ataupun kumisnya ubanan, tapi mereka gak ngeluh. Sedangkan kalian? Jomblo doang ngeluh? Ya namanya juga remaja, gapapalah. (apa sih gw gak konsisten)
Kalau anda tipikal orang kebanyakan seperti itu, lakukan lah seperti orang kebanyakan, jangan hanyut di kebingungan dan menyalahkan orang lain, buatlah jodoh anda sendiri!
------------
------------
Mungkin anda tidak merasa seperti paragraf paragraf aneh di atas? Apakah anda orang orang yang menjaga hubungan sosial dengan lawan jenis dengan baik? Mungkin ada suatu kelompok kecil yang begitu unik dan berbeda pandangannya terhadap lajang, berpasangan, dan hal hal seperti itu. Sebelumnya....
Apakah anda berpikir seperti ini?
1. Keperawanan dan keperjakaan saya hanya untuk orang yang saya cintai seutuhnya (amin), ataupun benda yang saya cintai seutuhnya (naudzubillah min zalik)
2. Entahlah, saya tidak jago pacaran, saya mungkin jago dalam dunia pernikahan kali ya, atau dunia persilatan mungkin
3. Saya lebih suka berteman dengan orang banyak ketimbang "dunia milik kita berdua" yang sering disebut pasangan muda mudi ibukota
Jika iya, maka segeralah masukkan 2 butir nasi ke telinga kiri dan kanan anda! Selamat pikiran anda frik dan naif!
Tidak perlu anda menangis ataupun tertawa ketika mengetahui ini, lagipula untuk apa? Dasar aneh.... Anda mungkin begitu picky dalam urusan cinta, anda pelit memberi perhatian ke orang yang tidak menarik perhatian anda. Anda tipe konservatif dalam percintaan, mungkin jika dihitung dalam seumur hidup, anda terhitung hanya pacaran tidak lebih dari 5 atau 6 kali.
Jangan sering sering mendengarkan hasutan teman teman anda seperti "Kok lo masih jomblo sih? Temen gw aja yang udah meninggal udah punya pacar". Jangan percaya! Mana mungkin? Memang bisa mayat pacaran? Kalau bisa, gw mau dikenalin dong, halah. Dengarkanlah suara hati anda masing masing, karena ketika cinta berdenting, akan lembut caranya dan tidak melewati jalan yang sulit. Karena kita akan mengikuti cinta kemana dia pergi, hingga ke kegelapan apapun (brb melting)
Jangan sedih ya kalian, love you <3
------------
------------
Pasti kalian menjerit "Apa lagi sih ran? Klasifikasi norak apalagi?". Huh dasar kalian manusia tidak tahu diuntung, sedang diajari ilmu kehidupan malah menolak, gw doain kalian kelingkingnya berubah jadi jempol, dan sebaliknya. Klasifikasi terakhir!
Apakah anda berpikir seperti ini?
1. Saya tidak suka menyerahkan diri saya seutuhnya ke orang lain, saya lebih suka mengejar mimpi saya
2. Saya takut saya disakiti, jadi saya memilih untuk diam atau menyakiti orang lain saja lah
3. Saya tidak suka makan tempe, saya suka makan nasi pake kerikil
Astaga........ Apa anda benar seperti itu? Jangan panik.... JANGAN PANIK..... JANGANN!!!
Maaf gw jadi kebawa emosi. Oke mungkin anda terlalu menanggapi hidup ini terlalu serius. Ayo kita lihat tujuan hidup makhluk makhluk yang ada di dunia ini, salah satunya ialah "mencegah agar spesies mereka sendiri tidak punah dengan cara berkembak biak". Tidak ada dalam sains ataupun survey manapun yang menjelaskan bahwa tujuan hidup ialah menjadi sukses, yang lebih penting ialah itu dulu tadi, kawin.
Tidak apa jika anda sempat berpikir seperti ini, hidup memang terus menekan kita dan menghajar kita dengan lika likunya sehingga kita menjadi orang yang takut untuk memandang lebih jauh, takut untuk memberi kasih ke orang yang layak, kita menjadi terlalu tertutup untuk hidup itu sendiri. Tapi tidak pernah terlambat untuk berubah, bahkan sebelum anda mati sekalipun. Saran gw, nikmati hidup anda seperti kambing menikmati rasa rerumputan walaupun tahu dia pada akhirnya akan diterkam harimau ataupun disembelih, nikmati yang sekarang.... Karena masa depan tidak nyata, sama seperti masa lalu, hanya sekarang yang nyata.
Nikmati hidupmu, meski rasanya seperti memanjat gunung tertinggi di dunia, nikmati saja.
------------
------------
Ada resensi musik bagus untuk gw gak? Bagi bagi dong :)
Ciao fellas...
No comments:
Post a Comment