Thursday, May 20, 2010

selemah lemahnya kumbang di musim dingin

Pesimistis, tidak ada tenaga, dan mencoba audisi untuk menjadi atlet keluh, yang kerjanya tinggal mengeluh. Rasanya punggung ini ditimpa ribuan tangga. Terlalu perhatian kepada masalah, yang timbul bukannya solusi, malah saudaranya masalah. Apa itu? Depresi, kalau tidak salah, terakhir berkenalan dengan dia di tahun tahun sebelumnya, dia agak kecil dan pendek. Sekarang dia sudah rada besar, dan wajahnya makin tampan.

Gambaran depresi mungkin bisa berbeda beda, tapi perasaan mengalami depresi, tentu semua orang pernah mengalaminya. Semua berawal dari masalah yang tidak kunjung selesai, kata yang tidak pernah terucap, dan masalah yang sebenarnya bukan masalah anda, tapi terpaksa kena dampaknya.

Bagi gw sendiri, masalah adalah seperti pria sekitar 5 tahun di atas saya. Kadang dia membawa temannya, depresi. Walaupun kehadirannya tidak diharapkan, tapi kalau mereka mau silaturahmi, ya gw bisa apa. Gw kenal baik dengan masalah, tinggal di mana dia, dia ga suka apa, atau selera musik yang dia suka. Tapi yang gw suka dari si masalah yang selera musiknya sok indie ini adalah, bahwa setiap dia silatuhrami ke rumah gw, dia bakal membersihkan gudang gw, atau membuatkan gw suatu hadiah sebelum akhirnya dia pulang. Temanku masalah selalu memberikan oleh oleh, meski di awal dia hanya terlihat seperti teman tanpa manfaat.

Lalu kapan depresi datang?

Mungkin ketika masalah tidak mampu membawa oleh olehnya sendirian, dan hadiah kali ini terlalu besar untuk dibawa oleh masalah. Alangkah beruntungnya bukan?

Ketika ada masalah, perlakukanlah ia seperti tamu. Jangan bergegas untuk mengusirnya, dia juga punya perasaan, dia bisa tambah besar kalau diusir. Kenalilah masalah lebih baik. Dan jangan undang masalah masuk ke rumah, kalau diundang, dia tidak akan bawa oleh oleh. Masalah akan pulang seiring waktu silaturahminya, bukan dengan mengusirnya.

Tadi gw rada stres juga sih, tapi setelah beberapa kali berpikir dan solat minta petunjuk, ya namanya juga manusia. Abis itu gw turun ke lantai bawah buat bikin telor dadar. Tau tau ada bunyi krasak krusuk kenceng banget dari dapur. Gw kira tikus ada di tempat sampah gw, ataupun cicak raksasa. Ternyata cuman kecoa manjat dari dalem tempat sampah.

Gak lama kemudian gw bunuh.... jebret!

Setelah gw buang, gw masih terheran heran dengan asal muasal makhluk itu. Dan gw lihat ke tempat sampah itu sendiri, isinya plastik plastik besar dengan beban berkali kali lipat kecoa tersebut. Entah bagaimana caranya dia manjat keluar dari situ, pasti gelap, berat, sakit ketiban di situ. Tapi dia kayaknya cuman melihat celah celah biar bisa keluar. Dan tahu timing yang pas untuk keluar.

Entah tadi kebetulan atau tidak. Tapi si kecoa menjijikan itu telah mengajarkan gw suatu hal penting. Dan gw tiban badan dia dengan sendal, jahatnya gw.

Pesan moral hari ini :
Masalah sebanyak apapun, asal tidak bikin anda mati, seharusnya hanya membuat anda semakin kuat. Seharusnya loh ya.

No comments: