Saturday, May 08, 2010

merakit takdir

Gw baru saja menemukan fakta bahwa takdir hampir mengurusi semua hidup gw, dan banyak orang yang datang ke tukang ramal, untuk apa? Untuk mengetahui garisan hidup mereka, dan mereka ga salah. Beberapa orang dilahirkan dengan kemampuan seperti itu. Dan sebenarnya hidup kita sudah dirancang, jadi kalo emang gak sesuai sama yang kita mau ya wajar. Dan sayangnya lagi adalah, ramalan itu benar. Berapa kali seorang peramal bisa meramalkan semuanya? Sering, dan gw aja masih bingung gmana caranya.

Sekitar seminggu gw berpikir sambil mengotak ngatik fakta tersebut, gw inget buku cina yang pernah dikasih bokap gw. "How to Create Destiny", Liao Fan's Four Lessons. Kalian pasti mendengarnya bakal cekikikan kayak babi kelaperan, tapi buku ini entah kenapa, semacam buku terbaik yang pernah gw baca. Buku ini juga sempet ilang sampe baru kmaren malem gw nemu lagi. Gw nemu linknya di internet, kalian tinggal klik tuh kalo mau baca. Baik gak gw? Ckck, anak muda sekarang males males ya.

Di buku itu menjelaskan seorang anak yang diramal begitu detil tentang hidupnya oleh seorang petapa bijaksana di dinasti cina jaman dahulu. Ketika ramalannya mulai terjadi, terjadi, dan terus terjadi. Begitu juga dengan kesuksesannya di masa muda, dia mulai malas belajar, dia merasa bosan dengan jalan hidupnya. Dan saat itu juga dia bertemu Mr. Kong. Dia bukanlah kingkong ataupun sejenis singkong, tapi dia adalah pelatih meditasi aliran zen di cina.

Kemudian dia ditanya oleh Kong "Nak, seorang manusia akan terlihat kebijaksanaannya dari pikirannya, begitu juga dengan keburukannya, mengapa tidak ada yang terlintas di pikiranmu nak?" kira kira begitu lah kata seorang pendeta aliran buddha campur confucius. Si liao fan menjawab "Aku sudah melihat seluruh takdirku, jadi aku tiada waktu untuk memikirkan apapun setelahnya".

Kong tertawa, "Haha, nak aku pikir kau adalah manusia dengan kemampuan yang hebat, ternyata kau hanya manusia biasa". Abis itu si liao fan terdiam diam dengernya, betapa dia kebingungan, dia sudah menerima takdir seutuhnya, malah ditertawakan. Sampai pada akhirnya kong berkata "takdir tiada akan membelenggu orang yang melakukan perbuatan baik yang hebat nak".

Setelah lesson pertama gw baca, gw menelan ludah gw, gw pernah baca buku ini sebelumnya, tapi otak gw belom sampe kedewasaannya, sampe sekarang pas gw baca, gw menganga terkagum kagum dengan cara pikir orang itu. Orang yang pikirannya besar, sebesar gunung fuji.

Kemudian gw membaca terus sambil berpikir dan membanding bandingkannya dengan hidup gw. Betapa nggak, semua yang diceritakan benar benar menggambarkan hidup. Sedangkan di agama gw sendiri, islam, antara takdir, qada, dan qadar gw belum begitu mengerti. Dan maksud "Tuhan tiada akan mengganti nasib suatu kaum, hingga mereka mengganti nasibnya sendiri", gw masih mengunyah perkataan itu. Karena dalam praktek mengubah takdir sendiri, gw gak bisa mengotak ngatik itu, sepertinya gw hanya mengetuk ngetuk tembok takdir yang tinggi di samping samping diri gw.

Dan liao fan memberikan cara mempraktekan mengubah takdir dengan paling mudah, berbuat baik. Bukan dengan mengejar semua yang berbeda dengan keadaan apa kita sekarang, bukan dengan memarahi Tuhan karena perbedaan ini, bukan dengan membiarkan semuanya terjadi lewat mukjizat. Gw yang akhir akhir ini minta diramal tentang kehidupan gw sendiri mulai malu dan jijik sendiri sama diri gw yang gak dewasa ini. Betapa tidak, gw takut hidup gw berantakan, tapi yang gw lakukan adalah minta diramal. Gw memalukan.

Semua orang mampu mengubah takdirnya, entah itu lewat anaknya nanti, keluarga, dan lain lain. Bahkan ditakdirkan tidak punya anak pun bisa diganti, tapi waktunya adalah sekarang untuk memperbaikinya. Jangan suka tidur malem, membenci orang lain, dan lain lain. Karena Tuhan tidak akan memberikan anak kalau bapak atau ibunya hatinya jahat, bisa mati dibunuh anaknya. Bahkan sekarang sudah banyak yang kayak gitu. Daripada mencegah, lebih baik berbuat baik.

Mungkin jodoh sudah ditentukan, tapi pacar belum kan? Mungkin rumah gw ada di mana sudah ditentukan, tapi ukuran rumah belum kan? Banyak hal di dunia ini yang poin poin pentingnya saja, hiasannya, atau asesorisnya belom diotak atik. Dan banyak orang ketakutan, menutupinya dengan meraih kekayaannya segila mungkin, padahal yang membuat semuanya lebih baik adalah perbuatan baik.

Jadi orang baik, beda loh sama jadi orang yang berbuat baik. Jadi orang baik itu gampang, tinggal ambil jalan hidup yang konservatif dikit, kalo ada hal buruk atau yg melelahkan dikit menjauh, menutup diri, berpikir menjadi orang yang bersih banget. Air yang terlalu bersih kadang justru tidak ada ikannya, kata liao fan. Beda halnya dengan orang yang berbuat baik, mereka berani ambil resiko, sengaja mengotori dirinya sendiri demi orang lain, menolong orang lain. Banyak kan orang baik di sekitar kalian gak sukses, itu karena mereka adalah orang baik, bukan orang yang berbuat baik. Orang yang berbuat baik pasti hidupnya merasa terpenuhi.

Mungkin gw sekarang masih dalam tahap orang baik, masih merasa belum terpenuhi, hidup rada kosong, dan banyak hal yang belom gw dapetin. Dan gw masih merakit takdir gw, dari bahan yang sudah dikasih oleh Tuhan, kalau gw bisa melakukan di luar ekspektasi Tuhan ya pasti Tuhan bangga lah. Gw benci hidup di harapan atau di garisan orang lain, gw harus jadi lebih dari ini. Bahkan takdir tidak akan menghalangi diriku. SEMANGAT GUYS! ciao

2 comments:

Lipes♡ said...

nice post, cukup membuka mata gue. btw mau dong link nya thanks

Rana Gemilang said...

wohoho, makasih lipes! eh itu ada linknya di sebelah kiri, di bagian time killer