Banyak remaja sekarang rada disesatkan dengan ramalan bintang lah, shio, atau apapun itu. Dan buruknya lagi, mereka jadi bergantung terhadap itu untuk menentukan pasangan mereka yang mendatang, ataupun cocok atau tidaknya mereka dengan teman mereka. Memang gak aneh sih. Gw akuin juga gw dulu amat sangat maniak terhadap hal ini, rada kontradiktif sih gw membahas ini dengan hobi gw dulu yang kerjaannya zodiac, horoscope, astrology, sampe hand reading.
Mungkin gw dulu percaya karena hasil yang ditunjukkan dari ramalan ramalan online ataupun majalah itu akurat. Dan rasa penasaran gw terus tumbuh. Kenapa bisa benar? Sampai pada akhirnya gw mengacu ke "Hei, mungkin ramalan memang anda dan hidup sudah sepenuhnya bisa diprediksi oleh tanggal lahir, hari lahir, dan garis tangan". Gw terus terjebak dalam pemikiran itu. Gw terus menikmati melihat ramalan ramalan yang bagus, maupun buruk. Dan gw pun menilai orang dari bintangnya. Berlebihan?
Gak cuman itu, gw kadang bisa menghabiskan 2 jam dalam suatu hari untuk bersenang senang dengan ramalan itu. Dan gw inget kata guru agama gw, "Percaya ramalan itu syirik, dan orangnya disebut musyrik, dan dinyatakan sebagai orang yang tidak lagi percaya pada Tuhan". Gw sempet meremehkan efek dari horoskop perbintangan itu, gw cuek aja sama tingkah laku gw. Apa salahnya, gw pikir begitu. Lagipula yang menyebabkan dilarang pasti karena kebenarannya, bukan karena ada efek buruknya.
Tapi setelah gw baca baca buku yang lain. Gw sampe nyasar ke ajaran confucius, ajaran cina yang justru berperan sebagai produsen ramalan paling banyak di dunia ini, malahan memberikan gw jawabannya. Dari buku yang sempet gw bahas, liao fan's four lessons itu. Gw menyimpulkan bahwa kepribadian seseorang tidak dipengaruhi oleh tanggal lahir, garis tangan, dan apapun. Gw menyimpulkan bahwa garis hidup seseorang juga tidak dipengaruhi oleh apapun, melainkan perbuatan dan doa yang dia panjatkan.
Penjelasan yang norak?
Oke, memang. Tapi apa ramalan itu tidak norak? Tanggal lahir kita, bulan lahir kita, dan tahun lahir kita diciptakan tidak lain tidak bukan oleh kita (manusia). Lalu, apa sebenarnya bintang itu? Di dunia barat, mereka menyebutnya horoscope sign, atau artinya tanda kelahiran dari bintang. Dan asal muasalnya juga datang dari penglihatan orang terdahulu terhadap bintang di langit yang melambangkan musim.
Hidup kita, seluruh orang di dunia ini, sangat sangat abstrak. Semua orang dilahirkan dengan tujuan yang berbeda, bentuk yang berbeda, bahkan semuanya beda. Lalu, bagaimana kita bisa mempercayai itu semua dari sesuatu yang manusia buat? Apa penjelasan bahwa kita bisa percaya kepada sesuatu yang lebih lebih lebih lebih abstrak dari kehidupan kita sendiri. Dan mereka bisa seenaknya berkata "Tahun 2010 ini adalah tahun yang menjanjikan untuk bekerja dan menuntut ilmu", bagaimana bisa?
Numerologi lah, penghitungan angka, bagaimana bisa menemukan takdir di dalam hidupmu dengan angka. Dan siapa yang menciptakan angka? Manusia kan?
Sudahlah, jangan hidup dalam lingkup yang sempit, didoktrin dengan shio, bintang, atau apapun itu. Di hidup ini, apa yang lebih berarti dari kebebasan? Membuat kesempatan, dan pergi dengan siapapun yang kau suka. Bukan menyeleksi mereka dari tanggal lahirnya, ataupun tahun lahirnya. Kita tidak pernah tahu betapa kuatnya alam bawah sadar mempengaruhi kita, dan dengan membaca hal itu secara rutin, kita akan merasa dunia kita semakin sempit.
Mungkin suatu anugerah bagi kita dari Tuhan bahwa kita tidak terikat apa apa, selain jodoh dan kematian. Sisanya kita bisa ngotak ngatik sendiri. Ketika kita diberi kebebasan untuk membuat diri kita sendiri, mengkreasikan siapa sebenarnya kita, dan memberi imej yang berbeda dari orang lain. Mengapa kita harus dibelenggu dengan kepercayaan aneh yang begitu lemah untuk dipertanyakan?
Dalam hal ini mungkin lo akan sedikit kesulitan untuk mengerti, tapi setidaknya coba untuk dimengerti beberapa paragraf selanjutnya.
Waktu itu ciptaan manusia, angka itu ciptaan manusia. Dan manusia juga yang mengatakan bahwa waktu, dan semua hal yang berhubungan dengan angka adalah pasti. Padahal sebenarnya yang pasti hanyalah, kita hidup, dan kita akan mati. Sisanya, 99% abstrak dan tidak bisa dijelaskan.
Dunia pendidikan sekarang sungguh berbeda dengan dunia pendidikan di zaman aristoteles dan kawan kawannya. Dunia pendidikan sekarang menuntut anak untuk mengenal sesuatu yang pasti, sesuatu yang berhubungan dengan angka, berhubungan dengan huruf huruf, dan segala sesuatu yang pasti. Padahal sebenarnya suatu dunia pendidikan melakukan pendekatan terhadap itu, karena hanya angka, waktu, dan materi lah hal yang paling bisa digambarkan oleh mereka.
Manusia yang menjauhi nilai nilai abstrak, dan justru beralih pada pemikiran konvensional, dan menjijikan seperti ini lah yang sudah meracun di kepala kita. Kita terus mengenal apa yang disebut materi, status, dan semuanya yang pasti. Menyebalkan? Dan kita terus tinggal diam? Sekali lagi....
To study and not think is a waste. To think and not study is dangerous -Confucius
Jangan berhenti untuk bermimpi bahwa dunia akan menemukan jawabannya, jangan pernah berhenti belajar, dan jangan pernah berhenti berpikir. Jika sudah bermimpi, belajar, dan berpikir. Tidak akan ada yang mampu menghentikan kita. Bahkan ramalan sejelek apapun.
Sudahlah, berhenti berlangganan ramalan seperti itu. Itu karena takut akan hal yang tidak pasti, karena kalian masih takut untuk mengenal diri kalian, dan mengambil imej yang sudah ada, dan karena kalian takut untuk menjadi sedikit abstrak. Dan jika kalian begitu hebat, maka suatu hari orang akan berkata "Waw, bintang lo apa deh? Kayaknya kok kepribadian lo bagus semua, bintang baru nih?". Dan betapa indahnya hidup di luar ekspektasi ramalan dan orang lain. Bukan begitu? Ciao!
2 comments:
gue suka bangetttt sm lagu lo yg terakhir yg talk sumpah. beda sama yg sebelumnya. yg sebelumn2ya mungkin agak sedikit seragam melodi2nya. cuma yg ini sumpah gue suka bangeeet :-D
cheers, xxox
waa iya sekarang lagi suka buat lagu yang fokus sama lirik dan nyanyinya nih. ga nyangka reaksi anda sebagus ini. aku terharu, seriusan deh
hugkisses!
Post a Comment