Saya merasa diri saya punah dari peradaban, liburan ini hanya mengurangi frekuensi jerawat saya. Saya merasa orang lain menganggap saya telah punah karena jarang keluar rumah. Dan tahu apa yang lebih buruk dari itu? Saya merasa punah dan tidak dianggap oleh orang sekitar. Bahkan keluarga saya menganggap saya seperti tembok, karena saya 24 jam berada di rumah. Seperti perabotan rumah lainnya, piring, tangga, ataupun blender manual (ulekan).
Teman saya nampaknya banyak yang berhasil menemukan kerjaan sampingan untuk liburan ini. Sedangkan saya? Boro boro kerjaan samping, depan aja kagak ada (lawakan yg predictable, amat sangat garing). Sekarang jam 3 pagi. Mata saya masih terbelalah sebesar mata kucing. Saya bertanya tanya mau jadi apa diri saya ini. Saya berguling guling di ranjang dengan selimut dan buku buku bacaan. Saya merasa tidak berguna.
Pengennya sih nyari kegiatan di luar rumah. Tadi sempet ngeleminating kartu snmptn, dan kata temen saya tidak usah dileminating (pinter ya saya?). Sehabis itu saya jalan ke arah rumah, ketemu dengan tukang becak langganan saya waktu tk sampai sd. Namanya ialah Bang Doel, dialah yang mengajarkan saya untuk duduk di dalam becak. Dan memperkenalkan saya dengan jendela becak, semacam plastik pembungkus makanan yg ditarik dari bagian atas depan becak itu sendiri. Keren.
Dia membicarakan soal betapa saya sudah menjadi besar, mempertanyakan keadaan adik adik dan kakak saya. Dia berkata seharusnya dia sudah pakai kacamata, sudah tua lah istilahnya. Astaga rasanya baru kemarin saya menumpang becak, dan minta ditungguin sementara saya main tamiya di deket rumah. Dan bayar becak super ultra mahal. Becak disuruh nungguin saya main tamiya, emang becak sama dengan taksi?
Lalu saya pulang. Saya keluar rumah hanya untuk melakukan hal hal kecil seperti ngeprint, beli telor, ataupun beli dua kaleng sarden tanpa berpikir. Sudah sekitar sebulan saya berhasil melewati pengangguran ini. Dan nganggur sangat tidak cocok dengan saya. Saya cinta kesibukan ternyata, mungkin saya workaholic.
Saya akhir akhir ini sedang berpura pura biasa terhadap segalanya. Karena banyak hal baik yang menimpa saya, dan banyak hal buruk yang menghantui saya. Hal baiknya ialah saya dibolehkan untuk daftar tes snmptn, meskipun pake duit sendiri, tapi gapapalah, investasi, doain ya. Dan saya punya kesibukan baru, yaitu memperlakukan komputer seperti maniak, hampir kayak penjaga warnet. Kabar buruknya, saya mengidap sindrom kosong.
Sindrom kosong, umumnya diidap remaja labil. Merasa hidupnya kosong, hampa, ga ada isinya. Efek samping : mules, stres, jambak jambak rambut, jadi tidak bersemangat. Kira kira saya mengidap penyakit itu sekarang. Saya pura pura tidak apa apa. Seperti seorang penjahat yang bawa pistol di kantongnya, saya ingin sok biasa. Saya ingin biasa dengan sepinya pengunjung di hati ini. Entahlah, saya rindu tahun tahun lalu, semua begitu menyenangkan dan menarik. Saya terlalu cepat dewasa nampaknya. Jika diukur dengan alat penghitung umur, mungkin saya sudah 22an.
okay, quote of the day is
start writing your life, quit predicting it
ciao :)
No comments:
Post a Comment