Sunday, May 02, 2010

kehilangan pegangan?

kalau tidak pernah punya pegangan, kenapa merasa kehilangan?
tidak ada yang salah kan, jika masih enak didengar?
atau tujuannya mulai kabur lagi?
memangnya butuh?

ya sekitar 30 menit ke depan gw akan mulai menulis acak, dan bahkan tidak akan dihapus lagi. jadi mohon maaf atas ketidaknyamanannya, saya berselera humor rendah, dan tidak pandai mengungkapkan kata kata. jadi terimalah ini apa adanya, kamehameha!

gw merasa, gw ga bisa hidup seperti apa yang ada di dalam komik. dan itu menyebalkan. bagaimana seseorang bisa menjadi tokoh karakter utama, menghidupinya hidup sendiri. ambillah contoh songoku, seorang alien dari planet saiyan yang bergaul dengan penduduk bumi. dia bersenang senang dengan cara mengalahkan musuhnya, menjadi lebih kuat, lebih kuat, dan semakin kuat. sementara frieza si terong albino dan cell si kacang panjang dengan mudah dihabisinya.

mengapa seorang tokoh komik mempunyai kegiatan setiap volumenya, selalu ada masalah dan hal menarik yg didapatkan tanpa berinisiatif sedikitpun. songoku kerjaannya cuman santai santai, cari makan, dan ya begitu lah sampai dia dewasa. tapi dia hanya suka satu hal, bertarung. apakah gw harus sangat suka terhadap satu hal sehingga semua hal lainnya bakal tertarik ke dalamnya? ambil contoh gw suka wanita, apakah gw harus beradu dengan wanita wanita haus seks di seluruh dunia? gw rasa tidak, agak menyeramkan kalau dibayangkan.

dan mengapa seorang tokoh komik selalu menang, ya walaupun kalah, tapi dia selalu bisa berubah menjadi lebih baik dengan cepat. mengapa mereka terlihat keren saat marah? dan gw terlihat kekanakan saat marah. mengapa mereka terlihat kuat dengan pukulannya? dan akan terlihat kasar apabila di dunia nyata. mengapa seolah ada takdir yang mengikat seorang tokoh hingga dia menjadi hebat? dari komik komik yang gw baca, semua karakternya punya bakat. ya yang gak punya bakat sekalipun, punya kemampuan "tidak menyerah sampai akhir", justru itu bukannya bakat paling bagus? sedangkan gw, masih kebingungan apa yang gw punya.

umur 17 bakal jadi tolak ukur gw untuk masa depan nanti. seorang mulai keliatan pondasinya, siapa dia, bakal jadi apa dia di umur ini. sedangkan di kepala gw masih kepikiran untuk jadi samurai lah, petarung sejati lah, pembela kebenaran lah, apa benar yang gw pikirkan? dari pandangan masyarakat umum sih, gw bakal dikira orang yang punya dunia sendiri sih.

kata orang sih, takdir ga boleh diperlihatkan, karena katanya kalau takdir diperlihatkan, malah luntur garis hidupnya. ada benarnya sih, tapi di tengah dunia labil dan berisikan remaja gaul yang membuat gw iri dengan jumlah uangnya, bagaimana gw bisa bertahan? ya mungkin ada benarnya sih kalau kucing tidak akan bisa lompat tinggi kalau tidak ada tujuan, bukan kucingnya yang bisa lompat tinggi dari kecil. tapi kemauannya yang bikin dia bisa lompat, bukan bakat ataupun kaki kucing yang sering main lompat tali.

pernah ga sih, beranggapan kalau semua ini membingungkan? sampai pada akhirnya kebingungan itu memberikan kita stagnasi? kita mau berhenti sebentar, dan setelah direnungi sebentar, kita sadar kita sudah lengkap akan semuanya, dan gw jadi males ngapa ngapain. apa itu benar? ya pandai bersyukur, tapi harus pandai kepengen yang lain juga. membingungkan ga sih? harus bisa seneng apa yang di dapet, tapi harus punya keinginan dapet yang baru? lalu kenapa gak dari awal aja seneng yang udah ada. kan bakal rileks semuanya.

apa ini semua permainan? kalau ini permainan, peraturannya apa? mengapa gw tidak tahu peraturannya? dan sejak kapan permainan ini dimulai? kapan ini berakhir? akan dapat hadiah apa pada akhirnya? kalau saya tidak mau ikut bermain gmana?

ya memang agak menjijikan sih membaca jurnal seorang yang kebingungan, dan anda yang membaca pasti bakal berkata "yaelah gak segitunya kali", dan dalam hitungan menit mungkin gw akan kembali normal dan gak akan kayak gini lagi. tapi untuk cadangannya? sebelum gw kembali ke posisi ini lagi? astaga gw sedang dalam puncak kebingungan gw, rasanya kayak disuruh ngerjain sudoku sama teka teki silang, tangan kanan sudoku, tangan kiri teka teki silang, dan di depan gw ada seribu kuda mau nabrak gw. astaga.

sudahlah, kayaknya memang pertanyaan dibuat untuk dijawab. melainkan dilempar, pernah dengar istilah kuis, saya lempar pertanyaannya ke anda? pernah dengar? ya mungkin gw hanya sekedar melempar pertanyaan ini kepada langit, dan biarkan waktu yang menjawabnya, siapa yang tahu bahwa jawaban ada di saat genting, siapa yang tahu jawaban akan datang di pertengahan tahun ini. entahlah, feeling gw gak pernah meleset. intuisi gw sebagai manusia sangat tajam cringggzzz.

oke deh, saya ga tau mau nulis apalagi, saya daritadi nulis gak pake mikir, cuman dikeluarkan saja semuanya. jadi mohon maaf kalau mengganggu beberapa pihak yang sedang makan mie, ataupun mengoleskan balsam ke jidatnya masing masing. saya mohon maaf sekali, semoga jidatnya cepat luntur, dan terlihat tulang tengkoraknya, amin. ciao!

1 comment:

ren said...

gak bang lo gak sendirian di dunia ini sebagai orang yang mengalami hal yang sama. saya juga, makanya bisa mampir ke blog ini dan di posting ini. saya gak bisa ketawa baca posting ini karena saya juga ngalamin, sudah dua tahun bergelut dengan masalah ini. saya juga keracunan komik, dan iri banget karena tiap tokoh komik itu punya passion, punya sesuatu yang mereka kejar, mereka inginkan, hidup begitu berwarna karena tiap hari adaa aja kegiatannya. sedangkan saya juga masih dalam masa "pencarian jati diri" yang membingungkan. gak nemu passion, serasa berjalan di tempat, sedangkan orang lain dengan mudahnya nemuin fokus hidup dan sudah jalan jauh. congrats buat kejujuran itu bang :)