Agak norak sih kalo gw bakal nulis list beberapa hal yang gw lakukan sebelum mati, kesannya gw bocah bocah dreamy asyik yang bisa ngayal seenaknya, tapi suka suka gw dong. Namanya juga anak muda, masa nulis nulis dikit ga boleh.
Hai selamat malam semuanya, di penghujung bulan ini mari kita selama 5 menit menundukkan kepala sebentar untuk berdoa semoga di bulan selanjutnya tidak ada hal buruk yg menimpa kita semua, amin.
Kata orang, semakin kita bermimpi, semakin tinggi kita berada nanti. Karena dunia ini sebenarnya hanya dibatasi oleh tiga hal yaitu, mau, suka, dan bisa. Rata rata dari kita yang hidupnya suka tantangan, kita pasti bakal milih apa yang kita mau ketimbang suka dan bisa. Karena bakal menjadi sesuatu yang besar untuk permulaan ini semua.
Kata om buddha, you are what you think. Segala macem keribetan di dunia ini, atau segala sesuatu yang bikin kita joget joget kesenangan hanya datang dari dalam kepala, yakni otak. Gw sendiri belum percaya bahwa gw punya otak atau tidak, gw tipe orang yang tidak akan percaya kalau belum melihat dan menyentuh langsung. It's kinda hard to convince me about hal kayak begituan. Dan, di dalam otak terdapat bagian yang mampu membuat kita bermimpi, entah di sebelah mana.
Kata gw, di hidup yang melelahkan ini, hanya mimpi yang cocok untuk jadi pelarian. Karena kita tidak pernah bisa kelelahan apabila yang kita bayangkan dan yang kita lihat di depan mata adalah sesuatu yang layak kita kejar. Lain halnya dengan orang yang terlalu mengerti konsep dunia, yaitu fana. Untuk seminggu pertama mungkin dia bakal mengakui bahwa hidupnya terasa lebih baik, dan seminggu berikutnya dia menjerit ingin bermimpi lagi.
Jangan pernah katakan bahwa apa yang akan saya lakukan saat saya besar nanti. Gw sendiri mengurangi kata kata itu, karena bakalan lebih lama kalo kita ngmg kayak gitu, jadi kayak, menunggu. Mending katakan, sebelum mati saya harus begini begitu.... Karena mati bisa kapan saja, maka hal yang kita mau lakukan bakalan pengen cepet cepet direalisasikan.
Dari kecil gw pengen banget jadi presiden, menginjak usia sekolah menengah pertama gw pengen banget jadi dokter, menginjak sekolah menengah atas gw pengen banget punya toko roti sendiri dan menjadi penjaganya. Dan sekarang gw pengen banget jadi orang baik yang berpengaruh buat orang banyak. Semakin ke sini, semakin sulit untuk menentukan apa yang kita inginkan.
Seperti kehilangan mood saat ingin pergi dari rumah, hilang dalam sekejap. Akhirnya tidur lagi.
Dari buku yang gw baca. Orang yang berkonsentrasi untuk mendapatkan kekayaan akan mendapatkannya, sama halnya dengan kebahagiaan, popularitas, dan kedamaian. Orang yang mempunyai keinginan dan konsentrasi yang kuat seperti pohon dengan akar yang merekat dan menancap dalam di tanah, mereka akan jauh lebih keras untuk diruntuhkan.
Dan, dari film yang gw tonton. Mimpi bisa menjadi sumber malapetaka bagi orang yang sudah berkeluarga dan sudah berada di zone comfort mereka. Akan rakus jadinya, dan gak puas puas.
JADI
Sebelum mati, saya rana, pria remaja tampan dengan selera humor yang unik berjanji akan :
-Menjadi lebih ganteng, lebih rajin mandi dan gosok gigi
-Menjadi lebih rendah hati, tidak mengumbar kemampuan dan kelebihan kelebihan saya
-Menjadi lebih kaya, rajin nabung duit, ga ngabisin duit buat beli dvd korea lagi
-Menjadi lebih berwawasan, rajin baca buku, dan baca kariage kun lebih sering
-Bisa ngasih makan keluarga, pendidikan buat anak, dan menyumbang bagi warga sekitar
-Membuat perdamaian di jalur gaza
-Menutup seluruh bumi dengan kain, agar bumi tidak semakin panas
-Membuat obat anti lapar, sehingga orang ga perlu makan lagi
-Membuat mobil tanpa bahan bakar
Maaf, semakin ngaco pada akhirnya. Pada akhirnya, kita akan kesulitan bermimpi untuk keadaan yang lebih baik. Karena di sekitar kita terlalu banyak orang yang negatif.
Waktu itu gw pernah nanya ke bokap gw. "Kalo semua orang di dunia baik, enak kali ya". Tapi kata bokap gw, ntar polisi ga kerja. Pernyataan macam apa itu. Negatif sekali. Kenapa kita tidak iseng iseng melakukan sesuatu yang baru, menjadi baik.
Misalnya ada perang di afghanistan ataupun di palestina. Kenapa kita ga mengangkat senjata, dan menentukannya dengan main suit, atau dengan main ps bareng. Kenapa kita suka darah? Kalau kita bisa makan pizza hut bareng bareng. Kenapa kita suka tembak tembakan? Kalau kita bisa joget bareng.
Sulit didefinisikan memang, betapa sulitnya keadaan mental orang orang yang berada di militer. Satu satunya musuh manusia adalah kebodohan dan kemiskinan bukan? Tapi ada satu lagi sih, alien. Mending militernya nyiapin senjata buat ngelawan alien.
Andai gw bisa jadi sekjen PBB, gw bakal ngajak rapat rapat PBB biar kayak rapat DPR, tidur semua. Waktu khotbah jumat, gw denger "Yang pintar akan lebih berbahaya kalau tidak punya hati, ketimbang si bodoh". Mungkin kita beruntung karena kita bodoh, bangsa yang dijajah, dengan dosa yang lebih sedikit. Hmmmm. membingungkan....
No comments:
Post a Comment