Saturday, January 02, 2010

siapa yang mau diandalkan

bumi sudah tua, lebih tua daripada usia kakek kalian, ataupun benda peninggalan yang kalian pamerkan, ataupun ktp yang kalian mau manipulasi tahun lahirnya beberapa ribu tahun masehi pun masih akan meleset dari usia bumi, pasti akan lebih tua bumi. tahu mengapa gw membahas ini? menurut gw, dulu ada manusia manusia lain yang pernah diciptakan, tapi karena seiring hidupnya semrawut, lama lama manusia itu jadi binatang. dan akankah kita jadi binatang? seiring waktu, mungkin iya (sambil ngibas rambut yang udah kayak singa ke barbershop). ga nyambung kan? gw jg bingung, tapi topik yang gw bahas adalah alam. bukan alam yang mereplika michael jackson lalu nyanyi dangdut sambil jerit jerit "nyabu nyabu sarapan bubur", bukan dia.

begitu banyak kekacauan sana sini. manusia begitu banyak mencipta, mencipta, mencipta, dan tidak pernah berhenti. dan lucunya, ciptaan mereka membuat mereka menjadi bingung sendiri. dimulai dari uang logam, kerajaan, dunia politik, sampai senjata untuk membunuh dan mendikte orang perorangan. dan gw tau generasi anak muda sekarang pasti udah muak sama yang namanya hal itu semua, kita merasa ada yang salah dengan ciptaan ciptaan orang terdahulu itu. (ada lagu scoring sedih, coba bayangin)

masuk akal gak? kalau di suatu tempat ada orang terkaya di dunia dengan jumlah uang yang gak bisa diitung, tapi di satu tempat ada orang yang gak bisa makan. padahal tujuan pertama kali uang ada hanya untuk alat tukar, atau di zaman romawi, uang diperkenalkan oleh abang julius cesar untuk kerokan, iya kerokan. ada yang salah dengan kertas berwarna warni, yang kita pergunakan tiap hari, bisa membeli segalanya, dan kita rebutan, serakah, bagai orang gila yang kesenengan ngeliat kertas biasa. kita menilai kertas, sebagai kehidupan, bagai monyet yang didoktrin untuk menggunakan batu untuk ditukarkan dengan pisang.

lalu kita pindah ke topik kerajaan, sistem pemerintahan yang dibuat setelah kelompok suku yang bergabung. melalui fase yang cerdas, licik, dan egois bentuk kerajaan meluntur dan berganti ke republik, seperti yang ada di indonesia. tujuan pemerintahan adalah mengatur, intinya sih itu, cuman kalo di buku pkn smp atau sma, definisinya bakal banyak banget, dari bahasa latin sampe bahasa korea kali, unik. tapi pada akhirnya, power tend to corrupt, kita semua melihat itu. pemerintahan yang seharusnya kita andalkan malah disalahgunakan. apa kita harus kembali ke suku suku? menari tiap malam setelah berburu dengan bugil, melihat nenek nenek bugil nari2, mau?

kegilaan tidak terjadi secara terpisah, melainkan secara keseluruhan. politik, uang berjalan bersamaan. tapi ada yang sejak dulu sudah ada, namun fungsinya berbeda. yaitu senjata, dulu digunakan untuk berburu dan kalau mau membunuh orang pun pikir2 dulu, minimal satu sampai sepuluh orang lah. dan dengan segala pelapis, kedok, kita menggunakannya untuk membunuh satu kaum, menguasai, mengambil nyawa dengan jumlah yang bukan kecil lagi, melainkan jutaan. dan uniknya akan ada pembelaan dari seorang sosiolog ulung dan berkata "population control, biar jumlah manusia berkurang". agama pun jadi pedang untuk mengobrak abrik negara. padahal dulu waktu gw kecil, gw kira pedang digunakan untuk melawan monster seperti yang didemonstrasikan oleh power ranger dan kawan kawan baja hitam.

dan sekarang kita bertahan, dengan rutinitas, kertas yang konon berharga. kita banting tulang setiap hari, menjerit minta tolong pun tidak ada yang dengar karena semua orang sudah sibuk dengan aktivitas masing masing. siapa dalang ini semua? karena lucunya kita dulu adalah manusia yang pikirannya hanya berburu, pesta setelah berburu, menikah, dan menyembah berhala pun tak apa. tanpa ideologi pun manusia bisa tertawa bahagia. apakah ada yang salah dengan ini semua? apa kita masih berpikir untuk menjadi orang kaya, bekerja banting tulang tidak jelas untuk siapa, mengumpulkan kertas berharga, dan mati dengan gelisah karena cinta dunia. banyak definisi acak, abstrak tentang ini semua. tapi yang pasti, ada yang salah dengan ini semua. siapa yang mencipta sistem rutinitas ini? tidakkah kita muak? ada yang salah dengan ini, dan mendobrak dimensi rutinitas dan bersahabat dengan alam tidak pernah terlambat.

kita bercita cita, lalu kita berduka, kita bercinta, dan kita harus pergi ke alam sana. manusia sudah berubah, kebutuhannya sudah berubah, peraturannya masih lama, sistem lama, dan pemerintahan yang lama. ya banyak yang bilang pikiran gw terlalu radikal, atau rambut ikal, atau apalah. tapi gw melihat sisi ini dari sisi yang jauh lebih waras daripada standar kewarasan orang sekarang. sampai kapan kita bekerja, alam memanas, darah tumpah di mana mana, dan kita masih bersantai. prediksi kiamat 2012 nampaknya memang agak akurat jadinya nih.

lalu siapa yang mau diandalkan? kita sudah mengalami pahitnya, sulitnya untuk mencari celah bahagia dengan pola hidup seperti ini, dengan alam sepanas ini kita senyum saja sulit, dengan banjir di mana mana kita nyengir nyengir kecil doang bisanya. dan untuk sekarang kita akan mengandalkan diri kita masing masing. namun titik cerah akan selalu ada, saat kita jadi orang berpengaruh, ide untuk berbagi kebahagiaan dengan bumi, alam kita, dibagi dan dijalani sedikit demi sedikit.

No comments: