dari tk kita diajari bila mau dapet mainan harus janji untuk ngelakuin apa dulu atau sesuatu ke orang tua kita. harus ada imbalan bila kita ingin dapat sesuatu, sistem yang dibuat oleh entah siapa gw juga ga tau. seiring dewasa sistem ini ga berubah, kalau mau apa harus berusaha, kalau mau punya sesuatu harus berusaha, dan semua bekerja dengan sistem yang sama. sekarang saat orang lain minta tolong pada kita, kita akan bilang, "tunggu, ada imbalannya gak?".
kita kenal dunia pendidikan sekarang bukannya semakin merunduk, malah semakin kikir, sulit berbagi, dan rebutan gak karuan tiap harinya. jadi apa usaha yang kita lakukan demi mencapai sesuatu itu salah? tidak sepenuhnya. tapi (seharusnya) selalu ada toleransi untuk orang orang yang saling peras memeras ini, bukannya malah imbalan ini itu yang bikin jengkel.
ga usah jauh jauh, orang tua gw jg ngajarin kalo mau beli ps2 mesti ranking 10 besar, mesti jadi anak baik, mesti solat 5 waktu. bukannya menyalahi cara mendidik, pernah denger kata pamrih? dan tahu kenapa orang sekarang jumlahnya makin banyak tapi malah makin kesepian? kita jadi pamrih, dididik untuk jadi orang orang yang nunggu dapet sesuatu baru mau ngelakuin sesuatu. apa yang hilang? kesadaran kecil kita, dan rasa toleransi kita kepada yang lain.
memang orang orang kayak gw terdengar radikal atau ngelawan arus banget, tapi memang itu nyatanya. kita hilangkan rasa, dan melogikakan semua faham yang ada di sekitar kita. jadinya kita bersepi ria tanpa belas kasih antar sesama. sibuk dengan mainan masing masing, sibuk dengan masalah masing masing, dan mereka terus berpikir "tidak akan ada yang bantu gw", kalau pun ada, ada maunya.
kita sekarang diajarin untuk deket dengan orang yang lebih mapan, biar rejeki kita terjamin. bukannya diajarin kita harus deket sama orang yang lebih pinter atau orang baik, sekarang semua ajaran menjurus ke hal itu. materi yang dikenalkan oleh siapa gw ga tau itu.
ketika satu ditambah satu sama dengan dua adalah selalu benar, dan ketika diganti jadi soal cerita satu anjing ditambah satu anjing adalah dua anjing. kita tidak akan kenal yang namanya kasih sayang yang membuat kita lahir di dunia ini. kalau boleh diulas kembali, satu anjing tambah satu anjing bisa saja jadi satu, anjingnya jadi tiga karena hamil. atau yang terpenting dari hal ini, anjingnya bisa aja kecelakaan. dan anjing yang memiliki variabel satu itu ternyata memang tidak benar benar ada. kita tidak kenal diri kita yang begitu rapuh dan sementara.
di dunia sekarang ini udah ga ada orang baik, yang ada cuman orang normal. orang yang berbuat baik demi sesuatu, dan tinggal hitung mundur sampai kita membuat jurang jurang sosial yang dianggap biasa. sejarah berulang, dan kita akan membuat sistem kasta sebentar lagi, atau sudah berkasta?
No comments:
Post a Comment