kalau tiap hari kita dengerin orang agamais pasti kita sering denger ucapan "dunia itu fana, palsu, semua bisa berubah dalam sedetik" akan semakin sulit rasanya kita mencari kebenaran kebenaran kecil tentang hidup. kita hidup di era setelah teori relativitas, di mana ruang dan waktu itu berubah, satu satunya yang tidak berubah adalah kecepatan cahaya. kembali ke konteks awal, dunia itu fana, palsu.
memang tidak salah kalau dibilang begitu, karena bintang di langit pun sebenarnya sudah membohongi keberadaannya. gampangnya, langit itu masa lalu. karena cahaya dari bintang membutuhkan bertahun tahun untuk mencapai bumi, jadinya kalau dilihat di sana, bintangnya bisa aja udah ga ada. gw memang bukan fisikawan, ataupun syahrul gunawan, tapi memang benar manusia itu kecil. bumi meledak pun gak terlalu berpengaruh ke sistem tata surya atau tata dado.
semakin dipikir, semakin terasa aneh, apalagi kalau membayangkan ada makhluk luar angkasa, rasanya mereka justru menceritakan kehidupan kita layaknya sains fiksi. darimana kita mendapatkan maskot bobo teman bermain dan belajar? dari kelinci pake kaos kan? ya ga nyambung emang. keliling bumi aja gw belom, ga usah jauh2 deh, keliling komplek rumah aja blom, ini mau ngmgin luar angkasa. ran, lo ga bakat jadi astronot, lo ga bakat kerja di langit, cocoknya kerja di air, air comberan atau sumur.
setiap zamannya, manusia memiliki tokoh visioner seperti leonardo da vinci, albert einstein, aa gym, dan rana gemilang. di mana mereka berpikir berabad abad lebih jauh, bagaimana mungkin? sudah pasti ada rekayasa, seperti lelucon bahwa thomas alva edison menemukan lampu. dia tidak membuatnya, tapi pas saat2 terakhir dia stres tau2 ada romi rafael bawa lampu shinyoku sambil nyengir2 muka kesengsem. dari mana asalnya romi rafael? dari masa depan. bagaimana bisa manusia ke masa lalu? tentu bisa.
sudah dengar mukjizat tuhan, sekelompok perampok dikejar karena mengambil harta yang sudah haknya, lalu minta tuhan untuk dilindungi? mereka tertidur dalam gua dan terbangun sekitar ratusan tahun yang akan datang, semua sudah berubah. di dalam kitab itu, kita diajarkan untuk berpikir irrasional, ngaco, atau simpelnya, ngayal dikit dong om. kalau mau dibahas secara rinci bagaimana itu terjadi, gw butuh papan tulis dan spidol. sayang ga bisa.
tahun 1999, 2000, sampai tahun nabi adam lahir adalah tahun yang sama. kalau timeline digambarkan seperti garis, garis waktu bukanlah garis yang dibuat dari kiri ke kanan. tapi dari atas ke bawah. dan mereka bukan menggambarkan suatu garis, tapi suatu ruang dua dimensi. jadi tahun tahun itu bergerak secara serentak, dan mengapa kita bisa ke masa lalu? karena masa lalu itu sendiri masih ada, bergerak normal ke masa yang sekarang. gak ngerti? gak ngerti masih mending, yang parah yang gak percaya. kalau ga percaya berarti ga cocok kerja di dunia sains fiksi, cocoknya kerjanya di kolam renang.
mengapa kita mengatakan bahwa dunia itu fana? sebenarnya ini hanya suatu perlindungan belaka, pernah tau teori? karena kita berjalan terlalu jauh kita justru kembali ke tempat awal? agak mirip seperti itu. bahwa karena kenyataan terlalu rumit, dan kita berusaha menyimpulkannya, kita kembali ke konteks fana tersebut. dan justru untuk akhirat surga neraka manusia malah menyebutkan itu adalah sebuah hal yang paling nyata. benarkah? bahkan hidup sebelum dan setelah mati terdengar seperti sains fiksi bukan? fakta memang tidak pernah ada rasanya.......
No comments:
Post a Comment