Pernah memiliki pengharapan baik, seberapa sering itu terjadi? Lalu saat memiliki prasangka buruk sekecil apapun, kemungkinan terjadinya menjadi sangat tinggi. Pengharapan buruk seperti lubang, kita jatuh lebih mudah tanpa harus melompat dan membuang tenaga, cukup berpikiran buruk. Berbeda dengan berharap akan sesuatu yang baik diibaratkan seperti tangga tiada ujung, untuk melihat sesuatu atau mungkin mendapatkan yang lebih, membutuhkan tenaga namun hasil yg tidak jelas keberadaannya. Harapan baik adalah tidak berharap, dan menjalani hidup secara spontanitas, ini sangat efektif dalam mengurangi stres, karena tidak perlu memprediksi hal buruk yang terjadi, atau berharap baik namun justru berjalan sebaliknya. Hidup secara spontan adalah solusinya.
Bagi orang yang penakut, dia akan menyiapkan segalanya sampai terlalu lama untuk melakukan satu hal. Belum siap, belum bisa. Ingin jadi orang yang belajar dulu baru ngelakuin atau ngelakuin sambil belajar? Biarkanlah hal berlalu seadanya, ketiadaan persiapan namun justru siap di dalam hati untuk menghadapi segalanya secara spontan dan berani justru terlihat lebih dipersiapkan bukan? Siapa yang sebenarnya siap? Orang yang mempersiapkan apa yang akan terjadi lalu baru akan melangkah perlahan sambil menghafal apa yang harus ia lakukan? Ataukah orang yang siap secara spontan melakukan apa saja? Aneh? Emang.
Tadi gw di sekolah mempelajari hal baru, pelajaran kimia tentang koloid. Suatu larutan yang terlarut namun ukuran partikelnya gak terlalu kecil sehingga masih bisa dipisahkan walau setelah dilarutkan secara utuh. Efek tyndall yang dimiliki koloid ini sungguh unik, sorotan cahaya yang mengenai udara berdebu justru akan terlihat arah jalan cahaya secara hamburan hamburan cahaya. Lebih gampangnya kalo ngeliat cahaya proyektor di gedung bioskop lah.
Setelah ngebaca buku kimia gw itu, gw langsung ketiduran di kelas saking bosennya. Untung kebangun dan perlahan kesadaran gw menumpuk perlahan hingga mata gw terbuka secara utuh. Dan gw jadi inget cahaya bagi yang masuk lewat sela sela udara, sela sela pohon, sinar matahari menabrak dedaunan dengan lembut, dan kepala gw menempel lagi di tembok kelas dan pas pelajaran matematik gw tertidur dengan duduk bersandar kearah guru yang mengajar. Padahal kemaren gw tidur cukup, kyknya emg gw ga pernah punya cukup waktu tidur. Butuh meningkatkan kualitas tidur nih.
Kenapa waktu berjalan cepat seiring kita bertumbuh dewasa? Karena kita semakin sering memperhatikan jam yang berada di tangan dan handphone.
4 comments:
ceritain temen2 lu dong rannnnnn harussss!!!
I LOVE YOU SO MUCH!!! MMMMMMUUUUAAAAHHH
iyuuh u're so gay wakakakaka canda... you still be my best friends xoxo
bLog pnyana km mayan qo hehe ^_^ kEep iT !
Post a Comment