Friday, April 10, 2009

jawab

Wanita:
Ketika ragu tidak akan ada jawab, sebaliknya. Sebenarnya siapa yang datang dan siapa yang menunggu? Aku begitu ragu menyatakan aku tidak berubah, perubahan adalah kebutuhan bagiku. Lalu aku akan berjodoh dengan waktu, bukan dengan dirimu. Lantas apa yang mengganggu pikiranmu?

Mengenalmu mungkin sudah takdirku, namun memilikimu bukan prioritasku. Aku hanya ingin membuatmu senang. Karena suatu kesenangan yang tiada tara mengenalmu. Jika aku punya lebih banyak waktu untuk bersamamu, bolehkah aku menyandarkan kepalaku ke pundakmu di satu hari? Aku bingung dan lelah.

Pria:
Aku tidak pernah berpikir untuk mencintai orang selain dirimu, mungkin akan, tapi itu tidak akan sesuai dengan kehendakku sekarang, tetapi dengan segala hormat, dengan segala kekurangan diriku yang kau ungkap tadi, dengan segala yang aku punya. Aku salah, aku memang jenis ragam yang buruk. Aku minta maaf.

Tiba tiba gw pengen nulis dialog kayak gini entah kenapa, menggambarkan wanita bicara dua kali lebih banyak dan lebih rumit ketimbang pria. Pembicaraan seperti mempertahankan kedua orang untuk berdiri di satu payung dalam keadaan hujan deras. Unik, dan gw sendiri gak ngerti maksud tulisan ini apa. Aneh.

4 comments:

Anonymous said...

GILA!!!!

Anonymous said...

kesian amed dah.. gua lapeeeerrrr

Anonymous said...

Aku tidak pernah berpikir untuk mencintai orang selain dirimu, mungkin akan, tapi itu tidak akan sesuai dengan kehendakku sekarang, tetapi dengan segala hormat, dengan segala kekurangan diriku yang kau ungkap tadi, dengan segala yang aku punya. Aku salah, aku memang jenis ragam yang buruk. Aku minta maaf.

copy-paste annnnddd.... sent it to my husband via email.

we're in a fight coz one of my thousand mistakes. sending email to him is one of the left way to communicate.

thanks thanks a lot. mewakili perasaan saya bangeeet...

Rana Gemilang said...

really? wahh rumit juga ya, goodluck then.. wah semoga gak kenapa2 yaaa hehehe