Wednesday, June 01, 2011

satu juni duaribusebelas

Tiba di awal bulan, dan untuk pertama kalinya gw mencoba untuk update blog ini di kampus tercinta, dengan keramaian yang luar biasa, gw mencoba untuk menulis, berusaha berkonsentrasi, berusaha menjadi orang yang merasa kesepian di tengah keramaian. Ya, gw seperti asyik sendiri dengan dunia gw. Menulis diari seperti wanita sok asik dipojokan, bedanya gw versi ganteng dan kyutnya.

Gak banyak yang berubah dari bulan ke bulan, sekedar pergantian siang ke malam, malam ke pagi, satu satunya yang berubah dari bulan ke bulan mungkin hanya rambut gw yang terus bertambah panjang, dan mungkin sudah saatnya gw potong rambut, untungnya organ tubuh yang bertambah panjang hanya rambut. Jika dagu tiap hari makin panjang, maka cukur dagu merupakan hal yang mengerikan.

Pelajaran hari ini hampir ga ada, kosong 3 jam. Bosan menghantui, kehidupan anak kampus yang kebanyakan mati gaya saat sedang istirahat. Mungkin karena terbiasa di bawah tekanan, ketika istirahat, yang tersisa hanya tekanan tekanan yang masih menghantui kepala ini.

Hari ini bakal gw ingat entah kenapa, gw ada feeling hari ini bakal penting, atau setidaknya, akan gw buat penting. Karena tanggalnya bagus mungkin ya.

Oke, mari kita akhiri curhatnya, mari kita pergi ke sesuatu yang lebih dalam, yakni pikiran gw:

Seorang teman lama gw, dari SMP, masih akrab untuk kontek2an, meskipun sekedar via internet, dan sekarang sedang kuliah di bandung kemarin sempat bercerita. "Ran, gw agustus mau ke NTT untuk ekspedisi daerah sana" dia bercerita dengan santai, seolah tak ada beban. Jika dibandingkan dengan gw, gw masih sok2an kuliah sambil menyibukkan diri dengan kegiatan kampus.

Ya, mungkin kegiatan kampus lain memang lebih asyik daripada kampus gw, bayangin aja, kegiatan kuliah semacam eskul kayak gitu, memancing passion2 tersembunyi tiap orang kan? Bayangin aja, menikmati hidup lo sambil mengekspedisi tempat tempat yang belom pernah dikunjungi. Toh, ujung ujungnya agar kita bisa menghabiskan uang yang kita hasilkan untuk menikmati hidup, toh agama juga mengajarkan kita bahwa yang membedakan manusia hanya iman dan ilmunya.

Hmm... Kalo emang gitu keadaannya, ilmu kan bisa berada di mana mana, apa teman gw yang menghindari rasa takut yang dimiliki banyak orang dan mengambil keputusan untuk ikut acara acara kayak gitu? Atau dia justru mengambil rasa takutnya dan mengambil risiko untuk mengejar apa yang dia inginkan. Siapa yang lebih konyol, orang yang mengejar apa yang dia suka sekarang juga, atau orang yang berkorban demi masa depan keluarga nanti? Apa dua duanya sama aja sia sianya.

Gw bener bener thoughtful dengan dunia kuliah akhir akhir ini, mencari ilmu sih mencari ilmu, tapi mengapa rasanya kosong dibanding waktu SMA/SMP dulu? Atau ini sekedar rasa suntuk yang sudah meluap kemana mana? Atau hati gw sudah merasakan kesepian yang tidak kunjung bisa dipadamkan? Apakah api cinta gw sudah menyala lagi? Atau apakah semua yang gw pikirkan ini ga ada gunanya?

Dan, gw berakhir di depan layar ini lagi. Diam, tak bersuara, dan asyik dengan kesendirian gw. Konyol, tapi kalau itu yang gw suka, kenapa nggak? "Kalau itu yang gw suka, kenapa nggak?", kata kata itu keluar terus dari kepala gw akhir akhir ini.

Apa definisi suka akan sesuatu belum cukup? Belum mampu mengakhiri defisit rasa kosong akan suatu rutinitas, kenapa kita harus melakukan yang orang lain lakukan? Kenapa? Kenapa? Kenapa satu juni terdengar penting? Mungkin hanya feeling belaka.

No comments: