Sulit nyatanya, ketika kita berkata ke diri kita sendiri "sejauh apapun itu, akan kukejar", padahal nyatanya memang saat sejauh 'itu' tercapai, kita mentok dan cenderung berganti arah. Karena referensi kita di awal, dan tujuan kita cenderung hilang di tengah jalan. Dan yang kita punya hanyalah perasaan "hilang di tengah jalan", dan rasa itu sering menumpuk hingga berubah menjadi rasa takut. Kita akan jatuh ke jurang siklus hidup, mereka adalah:
Pertama, akumulasi pengetahuan.
Dunia eksternal yang ingin kita jelajahi membuat rasa penasaran kita terus meningkat, dan mendekat ke tempat yang kita ingin kejar, lalu seiring pengetahuan kita bertambah, kita semakin tahu fakta fakta buruk tentang keadaan yang ingin kita kejar, kesulitan untuk beradaptasi, dan perjalanan yang ternyata tidak semudah yang kita bayangkan.
Kedua, keberuntungan.
Keberuntungan jarang ditemukan ketika kita merasa sedih, murung, dan merasa dunia ini tidak adil terhadap kita. Keberuntungan cenderung hilang ketika kita hilang dari konteks dunia nyaman kita, keberuntungan hanyalah perasaan, perasaan yang sangat penting untuk dirasakan setiap harinya. Karena sial adalah hal yang benar benar menghancurkan segala rencana dan harapan.
Ketiga, cermin air.
Ketika kita terbentuk oleh dunia luar, dan kehilangan kepercayaan terhadap keberuntungan yang kita punya, saat kita bercermin atau berkaca, cermin itu akan menjadi cermin air, yang mengayunkan wajah kita, merubah wajah kita seolah kita ini sudah terlanjur buruk, dan yang tersisa hanyalah rasa menyalahkan diri sendiri dan klaim betapa bodohnya diri kita sendiri.
Keempat, inspirasi jangka pendek.
Kita akan marah dan mengamuk di dalam hati, seolah membutuhkan air yang memadamkan kepanikan di hati yang begitu galau dan parau. Dan entah darimana kita akan mendapatkan hal tersebut, mungkin hanya dari kata kata mutiara, film yang berpengaruh, atau musik bersemangat. Inspirasi sejenak yang akan hilang dalam sejenak.
Kelima, pause.
Inspirasi tidak bisa mengalahkan kehidupan, sekedar inspirasi hanya memberi ketenangan di satu hari, bukan bertahun tahun ataupun selamanya. Kita hanya ingin berhenti sejenak, dan ada kalanya kita tidak diberi kesempatan untuk berhenti sama sekali.
Keenam, waktu sendiri.
Jika selalu melihat keluar, kita hanya akan sekedar membuang waktu mengoreksi dan melihat keburukan keburukan yang akan kita hadapi. Tapi jika kita memberi kesempatan untuk melihat bakat bakat kecil yang terpendam di dalam diri sendiri, melihat kemungkinan yang bisa dibuat oleh diri sendiri, waktu sendiri adalah jawaban yang tepat bagi seseorang yang sedang "gagal sementara".
Ketujuh, pilihan.
Banyak di dunia ini ditentukan oleh sekedar keberuntungan, tapi yang pasti kebanyakan dari kehidupan di dunia ini berasal dari pilihan pilihan kecil yang menghasilkan perubahan perubahan kecil. Tak pernah ada perubahan sudut pandang dimulai langsung dengan 180 derajat, semua dimulai dari 1, 2 dan sebagainya, mungkin bisa terjadi dalam waktu yang cepat, tapi semua butuh tahap hingga ke hasil yang kita inginkan. Semua tergantung dari pilihan kecil yang kita buat, bukan dengan mimpi besar yang kita buat.
Setuju?
No comments:
Post a Comment