Friday, December 24, 2010

membelikan mereka perasaan

Sekali sekali pengen kabur dari rumah, belajar susah susah cuman buat diteriakin, dibentak bentak, abis itu ga ada rasa bersalah melanjutkan hari seolah tidak ada apa apa. Jika surga memang ada di bawah telapak kaki ibu, dan ridho tuhan berasal dari orang tua, lalu apa harus begini caranya? Mengemis paksa kasih sayang dari mereka yang tidak mengerti cara memberinya? Memang yang hidup hanya mereka berdua ya?

Mungkin sekarang sudah sampai tahap air mata tidak mampu keluar saking sedihnya. Aku frustasi dari segala sisi. Aku rela menjual hidupku demi membelikan mereka perasaan, memberikan mereka sudut pandang. Aku muak. Andai mereka membaca ini, mungkin suatu hari.

No comments: