Monday, July 20, 2009

terlalu begitu begitu saja

karena hanya tahap rutinitas yang bisa diandalkan untuk menjadi orang yang lebih baik, maka gw menjadi orang yang paling, ter-, dan superlatif dalam segala hal. tapi karena ruang gerak terlalu kecil, dan karena air hanya terus dituang di kolam yang kecil, maka tumpah. dan jadilah anda sebagai orang yang hebat namun begitu2 saja. pernah denger istilah kyk gitu? ya anda menjadi terlalu hebat untuk hal yang anda lakukan. jadi anda malah begitu2 saja. seseorang dengan kualitas luar biasa, namun dengan status biasa biasa.

adalah salah untuk menjadikan diri biasa dengan alasan biasa lebih baik, kalau biasa yang dimaksud hidup dengan sederhana secara materi dan apa yang dikonsumsi sih gapapa, tapi kalo hal yang dilakukan juga jadi biasa aja, itu yang jadi masalah. senter kalo ditaro di bawah, bakal cuman menerangi yang di bawah. tapi kalo senter ditaro di atas bakal nerangin atas dan bawah. jadi cari posisi yang lebih pas agar bisa lebih berguna lah. keluar dari rutinitas bakal menjadi jawaban yang baik. tapi banyak malah orang kehilangan arah setelah lepas dari rutinitasnya malah benar2 lepas. padahal awalnya yang dia maksud adalah menggambar garis aturan kehidupannya sendiri, dia malah tidak berbuat apa2 dan bermanja.

kesederhanaan dalam pola hidup adalah luar biasa. jauh dari segala kebodohan duniawi, keinginan untuk populer, jadi bintang bokep sekalipun. menyangkut soal bidang ruang yang dibahas kali ini memang sulit. menjadi biasa untuk luar biasa, tapi kenapa ada yang luar biasa malah kelakuannya biasa2 saja? ambisius atau santai? ya memang hidup ini pilihan. pilihan2 sederhana berujung kompleks yang luar biasa.

lebih eksis yang negatif daripada si positif kayaknya. yang jahat ngebuat orang biasa jadi baik, berarti memerankan orang jahat lebih sulit daripada orang baik dong? pengaruhnya kan lebih besar, bisa membuat orang terlihat baik walau tidak seperti nyatanya. berarti kalau yang hidup akan mati, dan mati sebenarnya hidup lagi siapa yang benar2 nyata kalau semua fakta diputarbalikkan? kalau biasa sebenernya luar biasa, kenapa gak dari awal kata luar biasa menyandang kata biasa dan sebaliknya?

pusing ah, pengen muntah rasanya ngomong kyk begini. huek

No comments: