suatu hari
kita akan berjalan di gelapnya malam
wajahmu terlihat sekilas, tak lebih dari bayang bayang
dan kau melangkah dua langkah lebih cepat dan berputar menghadapku
memegang pundakku, diam
dan tertawa tanpa ada sebab
suatu hari juga
kita berteduh dari hujan, berdiri di tempat yang berbeda
namun menyimpan kenangan yang sama
dan saat melihatmu di kejauhan
tubuhku terus bergetar untuk melambaikan tangannya
aku diam, dan terlambat
meniupkan sesal, tersenyum kecewa
di suatu hari lagi
di tengah bisunya serangga malam dan jenuhnya sinar bulan
aku hanya akan sendiri
menggumam, mengigau, membangunkan diri dari mimpi
dan andai,
aku tahu ini lebih awal
tidak perlu ribuan hari untuk tidur dengan mimpi yang sama
aku terlambat, aku akan terlambat, niatku memang untuk terlambat
mungkin,
kita akan selalu terlambat
tanpa benar benar memiliki kesempatan untuk bersua
No comments:
Post a Comment