Saturday, July 18, 2009

mericuh menyepi

yang bodoh dan yang lebih

musim kemarau, seharusnya hari ini tiada hujan. aku berlari kecil di trotoar jalan menghalangi rintikan hujan yang turun. baju yang kukenakan tidak basah tapi sepatuku basah total, dilepas salah dipakai juga sudah tidak enak. jengkel juga rasanya, aku berdiri di bawah pepohonan dan hujan masih turun. aku ngedumel karena hari masih siang tapi hujan, banyak kegiatan yang belom kelar. orang di sekitar mengebut ria dengan motornya, dan aku masih di sini sampai bosan.

hujan mengecilkan butiran airnya, sekarang hanya gerimis kecil. aku berjalan menelusuri trotoar mencari warung kecil. jaraknya ga jauh dari tempatku berteduh tadi, dan tidak ada 1 menit aku sudah sampai. aku mengetuk warung dan minta sepasang sendal buat ganti dan minta plastik. aku segera mengganti sepatu dengan sendal yang biasanya dicuri di solat jumat, sendal jepit. untungnya aku bawa tas ransel, jadi sepatu basahku bisa ditaruh di tas. ya masalah pertama sudah selesai. aku harus pergi ke kantor majalah, tes jadi pembantu desain di situ, aku kan bisa gambar dikit, walau hanya gambar gunung.

aku menaikkan resleting jaketku, sambil memasukkan tanganku ke kantong jaket, aku berangkat naik bus. bermodalkan cv asal buat semaleman dan otak berukuran seadanya aku pergi. gw sekarang di dalam bus, untungnya dapet duduk. memandangi jalanan dan orang sekitar sambil nunggu knek nagih ongkos. bus melintang ke kiri, menurunkan kecepatannya. dan tebak? seorang wanita seumuranku naik, karena bus langsung jalan, kepalanya terantuk pintu bus. wanita itu jalan sempoyongan sambil megang kepalanya dan berjalan ke arahku. aku tidak bisa menahan tawa, gigiku pun terlihat karena tertawa.

nampaknya wanita itu menyadari aku tertawa, dia jadi tertawa malu juga. karena dia berdiri di dekatku, sedangkan aku duduk. aku berkata 'mbak, tukeran deh, duduk aja sini'. wanita itu cuman geleng geleng sambil ngomong 'nggak kok, deket dari sini'. karena aku tipe orang yang ga enakan, jadi aku masih bersikeras ngasih tempat duduk tapi kayaknya dia tipe orang yang ga suka duduk.

'mbak udah duduk sini aja, sakit kan itu jidatnya' aku masih maksain dia untuk duduk. sambil pegangan dan bergoyang goyang dia ketawa 'apaan sih, bawel banget, iya nih sakit nih, yaudah geseran dikit'. akhirnya kita malah duduk berdua di kursi belakang bus padahal udah rada ga muat gitu. karena aku tiap hari naik kendaraan umum, ga jarang aku bertemu dan berinteraksi dengan orang walau tidak kenal namanya. karena aku pikir juga bakal sulit untuk ketemu lagi dengan orang tersebut.

aku masih duduk di sebelahnya, daripada diem kayak orang mesum aku mencari topik untuk dibicarakan, yang ringan tapi empuk. 'gw sering ngayal kalo ketemu cewek terus kenalan di bus loh' astaga, entah kenapa kata itu yang keluar dari mulutku. 'iyalah, siapa yang nggak. tapi kalo aku lebih suka kalo ketemunya di pinggir jalan, kalo gak di perpustakaan, di tempat kerja juga boleh sih, kan males ya kenalan lewat yang biasa biasa aja gitu'. yang tadinya keluar dari mulutku ternyata gak salah salah banget, kulit putih, kemeja standar anak kuliah yang dikenakan, muka manis manis yang gak ngerepotin, mandiri keliatan dari muka dan cara ngomongnya.

ya rangkaian kata yang berbalasan antara aku dan dia, ya terdengar agak dangdut tapi memang begini adanya. aku turun duluan dari bus ternyata, 'duluan ya'. aku melambaikan tangan sambil menengok ke belakang. GUSRAKK, ternyata masih lumayan kenceng bus melaju. aku terguling terjatuh. saking jengkelnya aku sampai males berdiri, dan duduk di jalanan, huff, menghembuskan kecewaku. wanita tadi ternyata turun di halte depan, lari ke arahku. karena semakin mendekat dia mulai berjalan, wajahnya yang tadi khawatir sekarang terlihat seperti tertawa. 'idih, ada ada aja deh haha'. aku hanya bisa tertawa kecil.

akhirnya si wanita itu setelah panjang lebar dijelasin aku mau kemana, akhirnya dia jadi ikut ke kantor tempat aku ngelamar. dan akhirnya kita kenalan, bertukar nomor, dan berbicara penuh tawa sambil garuk garuk kepala. tapi ternyata aku gagal kerja, ya setidaknya dapet temen baru. sebagai bales budi, aku nganter wanita itu ke rumahnya, dan sampai sekarang sejak hpku hilang beberapa bulan lalu, aku jadi lupa namanya. mungkin suatu hari di hari hujan di musim kemarau, kita akan bertemu lagi. the end~

No comments: