sekarang, siapa yang menjadi terang, siapa yang menggelapkan. semuanya terasa berliku, menyapu keberadaan masing masing, semua bertolak belakang dengan yang direncanakan. yang diimpikan tidak kunjung bergerak dari tempatnya, hanya jadi angan yang melayang. kadang Tuhan jadi tempat peraduan, tempat bertanya, sampai mengkambing hitamkan Tuhan karena semuanya begitu salah. dan pada akhirnya rantainya lepas, ternyata memang tiada hubungannya dengan Tuhan, hanya pengambilan pilihan yang selalu salah, dan suatu hari mungkin akan terjadi lagi. kesalahan dan akibatnya adalah milik manusia, keindahan dan kebaikan adalah milik Tuhan.
bisa karena biasa, bisa karena mencoba, bisa karena mau, tetap saja tidak bisa. salah siapa?
No comments:
Post a Comment