Aku menyukai hidup. Walau di satu sisi lainnya aku menganggap hidup seperti meremas udara yang selalu sia sia di tiap detik kita menjalaninya, di mana semua terlalu benar dan terlalu salah. Kadang bila saat semua terlihat terlalu indah di mataku, aku membentuk persegi empat dengan tanganku seolah aku menyimpan gambar itu di pikiranku untuk selamanya. Sungguh aneh bahwa kenyataannya tanganku bukan semacam kamera.
Bagiku berpikir adalah hobi, tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berpikir. Menjadikan diriku berdiri di sudut orang lain, berpikir ekstrim, berkhayal, atau sekedar mengerjakan soal matematika. Tidak terlepas dari semua hal di atas, aku adalah ketua osis di sekolahku, namun aku belum bisa bekerja sesuai dengan yang aku perkirakan dan yang pernah aku pikirkan dulu. Menggerakkan orang ternyata sulit, apalagi orang yang sudah memiliki materi yang mereka inginkan dan merasa diri mereka paling benar. Dua kali lipat rasanya.
Under different skies maybe we'll grow apart, live different way of life. Outsider that you never realized, but will be the one who can stay all day all night every time you breath. It keeps you thinking that you want people that suits you whoever you will be, whatever happened, and wherever you go they will go for it to chase you. You need them as they need you. We all know the other shape of love is goodbye, we made a mistake, we took a different way. But love is love, you'll stay alive by just remembering about it.
1 comment:
so what the fuck r u traying to say?
i cant get it
Post a Comment