Sunday, January 18, 2009

menulis

Banyak orang menulis berharap mereka akan dimengerti, setelah mereka menguraikan pikiran yang berada di otak mereka, ternyata mereka sudah mengalami rasa puas tersendiri dan merasa lebih dimengerti (oleh diri mereka sendiri). Menulis untuk mengerti, bukan dimengerti. Jadi tidak pernah ada masalah kalau ada orang yang bilang "apaan sih tulisan lo ga jelas gw ga ngerti". Oleh karena itu banyak orang yang hobi menulis, tapi menghindari membaca. Karena membaca mengharuskan kita untuk mengerti pikiran orang lain yang mereka tulis secara satu arah.

Menulis atau menggambar, segala sesuatu yang mengekspresikan bentuk pikiran kita secara kontinu, meskipun hasilnya akan abstrak namun akan menjadi lebih jelas setiap kita memasuki jenjang menulis yang sudah berbeda. Kedewasaan penulis akan terlihat saat menulis, terutama saat menulis menggunakan sudut pandang sendiri atau orang lain, tema, dan gaya bahasa. Tapi itu semua bukan masalah, akan jadi atau tidak jadinya masalah penulisan, terletak pada publikasinya. Kalau hanya kita yang tahu, tidak akan pernah ada masalah. Belum tertarik untuk menulis? Saat risau, terpojok, dan membutuhkan perhatian lebih dari orang lain. Dan orang itu tidak kunjung datang. Menulis bisa menghapuskan rasa butuh perhatian saat kita sedih. Sangat berhasil untuk mengurangi rasa merepotkan terutama bagi kita yang curhatnya bisa 3 jam atau lebih di telepon padahal pokok cerita yang dijelaskan hanya satu. Kurangi membaca, dan mulailah menulis.

1 comment:

Anonymous said...

rana gaymilang... tiap hari lagi dong nulis blog hehe if u can. love you rana gaymilang. long alive gaymilang!!!