Tentang langit, tentang butir pasir, tentang air yang kita selalu ingin genggam
Namun selalu pukul sembilan, pukul dua belas, dan hari Rabu
Namun caramu memandangku tak pernah sama seperti caraku melamun di depanmu
Dari awal jaraknya sama, sayangnya rasa inginku menggaduh
Aku buram, kau tenang
Kau sentuh, aku buyar
Jika tidak pernah ada kewajiban untuk pulang
Jika tidak pernah ada peraturan
Mari kita bicara, tanpa bertatap
Di kursi itu lagi, kali ini durasinya aku yang tentukan
No comments:
Post a Comment