Friday, September 28, 2012

Balon Hitam

Tadi pagi nampaknya ada bunga api di otak saya, tiba-tiba ingatan saya memanggil kenangan lama, ketika saya masih menginjak sekolah menengah pertama, masa paling sulit di hidup saya.

"Pak, saya mau minta balon warna merah dong." Seorang anak kecil bertanya pada penjual balon.

"Oh iya ini ada. Nih.... Awas jangan sampe terbang ya."

"Minta yang hijau juga ya pak."

"Oke, bentar ya dek."

"Pak kok di sepeda bapak gak ada balon warna hitam ya? Emang balon hitam ga ada ya?" Anak kecil tiba tiba bertanya dengan keingintahuannya.

Iya, ini cerita yang diceritakan oleh guru matematika saya. Ia berkata bahwa pesan moral dari cerita ini ialah : hanya karena suatu benda tidak ada di pasaran, bukan berarti benda itu tidak ada, hanya karena suatu benda tidak bisa terlihat, bukan berarti benda itu tidak ada. Agak terlalu kompleks untuk murid yang baru menginjak masa puber.

Sampai sekarang saya pun masih memikirkan arti pesan moral cerita itu, walaupun bisa saja sebenarnya cerita yang guru saya buat itu rada ngasal, atau spontan baru ngarang menit itu juga, tapi entah kenapa saya tertarik untuk mengupas lebih dalam, mungkin ada sesuatu yang tersembunyi.

Yang saya yakini akan perkataan guru saya ini adalah bahwa jangan membatasi diri dengan indra yang sudah kita punya, mengatakan "saya baru akan percaya kalau saya sudah lihat", padahal mata sering melihat ilusi, kadang bahkan delusi bisa lahir. Kalau kita membatasi pengetahuan sekedar dengan apa yang bisa dirasa oleh fisik, kita akan terbatas, sangat terbatas.

Karena banyak balon hitam, dan hal hal yang langka yang sebenarnya ada.

Jangan menutup diri, dengan sekedar mempercayai apa yang kita lihat, karena dengan begitu kita sudah mempercayai yang salah.

Banyak hal yang lebih dalam, lebih larut, lebih mencengangkan, dan seru. Kalau kita tidak menutup segala kemungkinan itu, dan tidak mengeraskan kepala kita.

No comments: