Hai, kembali lagi saya bermesraan dengan keyboard laptop yang sudah tidak karuan debunya. Jika biasanya tulisan saya memiliki topik, izinkan saya menulis tanpa ada ikatan dari judul, paragraf pertama, dan isinya. Kali ini, saya hanya ingin menenggelamkan diri di kolam pikiran saya.
Seperti biasa, ketika kuliah, saya berharap saya bisa mendapatkan nilai yang bagus di awal awal, namun ternyata tidak semudah itu. Saya memang tipikal jagoan yang kalah duluan. Survivenya di akhir akhir, setelah ketiban reruntuhan gedung, saya baru berubah jadi satria baja hitam. Saya tiba-tiba stand out di tengah keramaian dengan nilai yang cukup meyakinkan. Gak ngerti kenapa selalu begitu.
Terus, saya sedang mengalami krisis kepercayaan diri. Saya kan memang harus dituntut bikin robot gitu, sementara saya hanyalah pujangga yang tidak pernah potong rambut. Terus kayak banyak yang ingin melihat kapabilitas saya, karena akhir-akhir ini saya menjadi pusat perhatian para dosen. Saya mau nangis rasanya, saya benci dinilai. Saya benci dinilai, sumpah.
Tapi kata mamah saya, dengan repetitif, berkata : "Udah yang sabar, sedikit lagi."
Saya suka terharu sama kata-kata repetitif orang tua saya, mereka tahu saya bisa, saya hanya agak panikan dan gak fokus. Mereka mengenal saya terlalu dalam, saya kadang ingin menunjukkan kasih sayang saya ke mereka, tapi sulit. Wahai orangtua saya, saya sayang kalian, rasa sayang saya tidak bersyarat. Tidak seperti ketika saya menyayangi seorang wanita karena ia cantik dan baik pada saya. Karena kalian telah melahirkan saya dengan mata cokelat yang terang ini, kalian keren sekali.
Maafkan saya kalau saya susah banget kalau disuruh potong rambut.
Tidak kerasa bulan Februari ini saya sudah harus berada di Jerman untuk melakukan kerja praktek 6 bulan. Saya mohon doa restunya dari para pembaca, semoga saya di sana bisa mendapat ilmu dan pengalaman sebaik-baiknya. Mudah-mudahan ya.
Saya kira itu saja sih. Oh iya, terimakasih ya atas komentar di blog saya, tiba tiba jadi sering banyak komentar gitu, ga ngerti kenapa. Ai lof yu.
No comments:
Post a Comment