Monday, August 13, 2012

Membawa Diri

Lagipula, tidak ada dunia yang benar benar berbeda bagi kita semua. Meskipun di ketinggian yang sama, lokasi yang tiada berbeda, selalu ada manusia yang pandai membawa dirinya, atau kalau di dalam game, dia pandai menaikkan level di keadaan apapun.

Saya percaya bahwa sebelum manusia lahir di dunia ini, mereka diberikan opsi yang begitu banyak tentang takdirnya, entah wajahnya, tubuhnya, dan kepribadiannya.

Jiwa yang memilih opsi tersebut, mungkin humoris, jadi memilih wajah yang tidak begitu tampan biar tujuannya di dunia bisa jadi bahan lelucon. Namun saat ingatan pemilihan opsi tersebut dihapus, yang ada tinggal kekecewaan. Setidaknya itu yang saya percaya.

Lalu seperti permainan role playing game, manusia diharuskan untuk memilih dari opsi di bawah ini :

Si Matematis
Otak : 9
Kreativitas : 7
Olahraga : 3
Sensitivitas : 3
Sosialisasi : 5

Si Biasa-biasa Saja
Otak : 5
Kreativitas : 5
Olahraga : 5
Sensitivitas : 5
Sosialisasi : 5

Si Atletis
Otak : 3
Kreativitas : 6
Olahraga : 9
Sensitivitas : 3
Sosialisasi : 8

Si Seniman
Otak : 3
Kreativitas : 9
Olahraga : 3
Sensitivitas : 8
Sosialisasi : 6

Ya saya tahu saya buatnya rada ngasal. Namun saya percaya bahwa semua orang sudah diberikan opsi yang adil, bahwa semuanya bisa menjadi seseorang yang hebat, asalkan mereka tahu kekurangan dan kelebihannya, dan asalkan, mereka tidak fokus sama apa yang menjadi kekurangan mereka.

Semua itu sudah adil, kalau diberikan kekurangan pasti ada kelebihan, dan sebaliknya.

Namun perlu kita tahu, bahwa di dunia ini selalu ada misi, mini-misi, dan bonus-game. Dan semua itu ada untuk menaikkan level kita, ya setidaknya itu yang saya percaya.

Jadi si biasa biasa bisa jadi lebih pintar daripada si matematis. Sering kan mendengar cerita seperti itu? Seiring dia melewati hidup, menjalani misi misi yang diberikan, dia tidak pernah menyerah dan mengulang ngulang sampai bisa, persis seperti game yang kalian pernah mainkan.

Dan mereka yang pandai pandai membawa diri, dan mengajak orang lain agar mampu menyelesaikan misi lebih banyak lagi itu halal, jadi semua kemampuan di sini sangat berguna.

Orang yang sadar bahwa ini semua hanya permainan, biasanya kalau dimintain barang atau item, ga bakal pelit. Sama kan kayak hidup? Orang yang sadar bahwa hidup hanya sementara, akan lebih sering berbagi ketimbang mereka yang berpikir hidup ini hanya untuk diri sendiri saja.

Namun kadang kadang, misi membuat seseorang menjadi frustasi, mereka lebih suka memainkan mini-misi, dan bonus-game. Mencari kesenangan secara berlebihan, ketika permainannya sudah terlampau jauh, mereka ketinggalan. Dan memutuskan untuk jadi kriminal.

Ya, pandai pandai membawa diri saja lah. Tips saya, begitu. Yang saya percaya sih begitu.

1 comment:

Anonymous said...

mungkin otak bisa diganti dengan logika atau apa gitu. karna kreativitas itu kan bagian otak juga -__-