Sunday, July 29, 2012

Kesenduan Semut di Perkumpulan Gajah

Hai Tuhan,

Apa kabar? Makhluk-Mu semakin menjadi jadi ya? Hai, ini aku Rana, mungkin tidak terlalu eksis di banding hamba-hamba-Mu yang lain, mungkin jika ada sistem SAP di sana, serial number saat produksi arwahku, sudah tidak bisa ditrack karena aku bukan produk unggulan nampaknya. Dan aku di sini Tuhan, beserta miliaran makhluk sejenisku, dan ratusan juta triliun makhluk lainnya. Bolehkah aku memanjatkan sedikit doa? Maklum, aku kecil sekali, usahaku tak seberapa, ridho-Mu yang menjadikan alam semesta ini.

Jadi begini ya Tuhan.

Sudah setahun ini, aku dipertemukan dengan beberapa lawan jenis, di antaranya hanya membingungkanku, dan yang lainnya hanya sekedar pergi lalu bagai gerimis di siang hari. Bolehkah ya Tuhan, Kau jauhkan aku dari segala petaka dunia wanita ini, karena aku merasa percuma jika harus hadir di kehidupan seseorang hanya untuk memenuhi kenangan kenangan mereka, menumbuhkan perasaan semu di antara mereka, lalu pergi menghilang.

Kali ini aku dekat dengan salah satu makhluk-Mu, ya mungkin tidak terlalu dekat, karena dari matanya, selalu kulihat ada jarak, jarak yang ia buat setiap ku mendekat. Jika memang hari hari yang sedang kuciptakan hanya akan jadi kisah sementara, bolehkah dijauhkan sejauh jauhnya? Aku takut menyusahkan dan membuat dampak buruk ke manusia lain. Jika memang bukan jodohku, bisakah tunda semua wanita yang ada?

Lagipula, aku lelah dengan mereka yang baiknya menggebu, lalu luluh lantah ketika hujan menyapu. Salahkah aku jika aku membenci takdirMu yang sementara? Cerita cerita sementara yang malah jadi selamanya? Bolehkah aku menolak Kau menggoreskan cerita itu?

Hamba tahu, hamba hanya semut di perkumpulan gajah, bahkan seukuran sel inti kuman. Lagipula ini hanya doa ya Tuhan, jika keinginanMu berbeda, aku siap menerima. Maaf mengganggu.

No comments: