Bayangkan jika ayam punah.
Kita suka memudahkan apabila ada binatang binatang punah, seperti dinosaurus, naga, ataupun unicorn. Tapi apakah kita tahu bahwa suatu saat kita akan punah? Ya mungkin juga tidak sih, karena kita memiliki kemampuan survival yang terus meningkat tiap harinya, untuk lebih simpelnya, BAYANGKAN JIKA AYAM PUNAH.
Jika ayam punah maka lauk gw sehari hari berganti menjadi bebek, yang notabene orang indonesia jarang makan dan cenderung lebih mahal, karena produksi bebek sendiri lebih sulit, dibutuhkan peternak yang lebih sabar, karena suara bebek membuat kuping sakit, dan bebek suka diburu oleh kucing seperti film tweety dan slyvester.
Tidak mudah memang untuk mengerti rasanya menjadi ayam. Sudah digoreng, saat mati pun badannya dicabik cabik dan digelindingkan di sambel yang pedas. Bayangkan anda yang bugil digoreng lalu diolesin sambel. Sungguh tidak mirip salon sama sekali.
Kita suka tidak menghargai hal kecil, seperti semut, kutu, bakteri, bahkan ayam. Karena ayam jumlahnya jutaan kita suka seenaknya memakan lalu menyisakannya. Bayangkan! Jika tubuh anda terlanjur dimakan, lebih baik dimakan sampai tulang tulangnya bukan? Ketimbang disisakan? HII TAKUT.
APALAGI TELOR!!!
Kita sering melempar lempar telor ke arah teman kita saat ulang tahun. Bayangkan janin ibu kalian dilempar ke muka teman kalian, bayangkan betapa banyak darah yang terbuang. Telor itu adalah calon bayi dari seorang ayam. Melempar telor ke arah teman saat ulang tahun sama saja seperti mengaborsikan ayam ke muka manusia. Neraka nak, mubazir....
Tuhan, jangan punahkan ayam di dunia ini. Amin.
No comments:
Post a Comment