Wednesday, June 30, 2010

tetap berada di bawah tekanan

Hal ini tidak menarik bagi mereka yang meremehkan hidup, mencaci maki betapa sulitnya hidup ini, bagi mereka yang melarikan diri dari kenyataan. Bagi yang merasa, silahkan pergi. Bagi yang merasa tapi ingin tahu, coba baca beberapa paragraf. Bagi yang merasa tapi ingin berubah, baca semuanya.

Mungkin agak terdengar workaholic ataupun orang yang depresi berat, tapi untuk menjadi seorang yang tetap produktif sekaligus dekat dengan Tuhan mereka masing masing. Mereka harus berada di bawah tekanan.

Karena kemungkinannya sangat kecil kita mampu bekerja secara optimal, berpikir produktif, dan mengesampingkan kondisi fisik tanpa diberikan tekanan yang cukup. Apalagi hubungannya dengan hal hal religius, orang yang taat kepada Tuhannya, atau menemukan Tuhan di kehidupan sehari harinya, hanyalah orang yang ditekan secara konsisten oleh lingkungannya. Orang yang menghindari tekanan, dan hidup bebas tanpa aturan justru akan kehilangan insting manusianya.

Kita terlahir seperti itu, pola pikir manusia tidak berevolusi banyak tentang hal ini. Manusia purba diharuskan bertengkar dengan suku lain untuk memperebutkan mata air, sumber makanan, ataupun sekedar tempat tinggal. Manusia khawatir akan kelangsungan keluarganya, kekurangan makanan saat pergantian musim, dan hal hal takut lainnya yang menjadi racun di pikiran mereka.

Kita hidup seharusnya kritis, penuh kekhawatiran, tapi juga penuh antusiasme, penuh masalah, dan penuh usaha untuk mencari solusi. Jangan jadi kecil ketika kita harus jadi besar setiap harinya. Terdengar seperti motivasi murahan, tapi tidak ada yang lebih mengubah kita menjadi manusia lebih baik selain kekhawatiran.

Dan itu juga mengapa Tuhan menciptakan rasa khawatir yang tumbuh seperti alang alang yang tidak henti mengisi relung hati kita. Wajar, dan jangan membakar rasa khawatir kalian dengan api, berharap semua kekhawatiran akan hilang dan tidak tumbuh lagi. Potong lah mereka, ketahuilah bahwa akan ada masalah baru yang tumbuh setiap harinya setelah ini. Ini bukan pola pikir positif, ini realistis yang antusias, dan mampu membangun kepribadian orang orang di dalamnya.

Negara kita, berada di garis khatulistiwa, penuh kesuburan dan kemakmuran tanpa usaha, tanpa tekanan. Kebahagiaan mudah diraih, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan semua serba ada. Dalam persaingan zaman kolonial, bisa dilihat siapa yang menjajah dan yang dijajah.

Jangan pernah menghindari tekanan yang ada, kita ini seperti adonan, harus dibanting banting biar fleksibel, tangguh, dan saat dihantam panas akan memberikan bentuk terbaiknya.

Ketenangan tidak seharusnya ditemukan di dunia, biarkan kematian yang memberikannya.

Banyak orang yang hidupnya terlalu tenang, membeberkan ke temannya bahwa hidup itu "Santai aja yaelah kayak gitu aja dipikirin", dan terus terus terus dan terus porsi kesantaiannya meningkat, sekarang dia kebingungan sendiri atas apa yang dia lakukan.

Baik untuk menemukan ketenangan batin, untuk yakin bahwa Tuhan akan menyelesaikan segalanya, akan selalu ada jalan keluar. Tapi ketika tekanan tekanan aneh datang menghantam, biarkan dia membentuk anda menjadi orang yang lebih jelas, real, dan tangguh. Jangan menghindar dan terus berkata tidak usah dibawa pusing sementara masalah anda mulai membuat orang lain menderita.

Sebaik baiknya orang adalah orang yang berguna bagi orang lain.

Bukan orang yang menemukan ketenangan, menemukan kebahagiaan di dunia, menemukan keluarga yang indah, menemukan harta yang berlimpah, bukan tentang hal itu. Tidak dekat dari itu meski wajar untuk tertarik hal hal seperti itu.

Karena kekhawatiran itu merupakan pertanda bahwa kita merasa bertanggung jawab. Bahwa kekhawatiran itu merupakan pertanda bahwa kita ingin tahu apa yang terjadi di sekitar kita. Bahwa kekhawatiran itu merupakan pembentuk diri kita yang berjiwa muda ini. Kita harus mengerti fungsi mengapa khawatir itu ada, bukannya menyingkirkan segalanya yang buruk. Kalau begitu sih sama saja pikiran kita sekolot golongan tua.

Tumbuhlah di tengah gurun pasir
Meskipun dibatasi langit abu abu dan pasir sunyi
Jadilah semut paling besar dan kuat
Meskipun setiap hari diberikan porsi gula yang sama

Biarkan aku jadi besar dan tenang
Seperti gemuruh laut yang tersenyum miring setiap harinya

No comments: