As for those who appear to be conservative and careful in their everyday actions, they may be liked by all, but because of their weak personality, they easily go along with everything, unable to think for themselves. Sages often speak of them as thieves of virtue. From this, we can see that the viewpoint of ordinary people greatly differs from that of the sages and saints. - Liao Fan's Four Lessons
Dulu dan mungkin sampai sekarang gw masih kesulitan membedakan hal di atas. Perbedaan antara orang baik, atau orang konservatif yang begitu menutup dirinya. Seseorang yang seolah baik atau orang yang terlihat baik karena kita tidak kenal diri mereka.
Gw mungkin termasuk golongan orang yang menutup diri, menghindar dari segalanya, sehingga entah kenapa orang orang bilang "rana mah anak baik baik", padahal bukan itu yang dimaksud dengan orang baik. Karena ketika ngomongin hal beginian, kita harus mengikuti kata rinso "berani kotor itu baik", karena dalam suatu pepatah cina kuno : "Air yang terlalu jernih tidak akan ada ikannya", menutup diri bukan berarti menjadi orang baik.
Apalagi orang yang yang menutup diri sendiri sambil easy judge somebody else tanpa mengenal mereka lebih dalam. Gw adalah tipikal yang begitu sayangnya, gw hidup di dalam dunia gw sendiri, tanpa benar benar mencoba untuk tahu siapa mereka. Sehingga gw dengan mudah menghindar dari orang orang baru, sedangkan orang lain bakal bilang "yaelah, rana mah orangnya ga macem macem". Ya, mungkin kebaikan seperti itu yang hanya akan membuat orang itu menderita, bukan menjadi bahagia.
Lalu, bila kita terbiasa hidup seperti ini, akan lahir kata kata :
Saya orang baik, mengapa saya menderita?
Memang cobaan itu pasti ada, percaya atau nggak. Tapi yang namanya orang baik, tidak pernah akan menderita. Gw kemaren ketemu seorang supir angkot yang beneran baik, dia menjalani hidup di tengah siang bolong panas panas sambil senyum, nyetir angkotnya pelan pelan, punya temen banyak dan ga ngomong kasar sesama supir lainnya. Dari sorot matanya, gw sangat tahu bahwa dia baik, dan tidak menderita.
Orang yang benar benar baik tidak akan disulitkan oleh pikiran duniawi, tidak akan bisa diobok obok oleh alur hidup yang berbentuk seperti trek roller coaster. Di sisi lain, hanya orang yang jahat dan menutup diri lah yang merasakan penderitaan hidup, semakin mereka mengekang, dan semakin mereka merasa bahwa hidup tidak pernah sejalan dengan keinginan mereka.
Lalu, siapa orang yang benar benar baik?
Mengapa rasanya begitu sulit menjadi orang baik?
Seorang guru di cina jaman dahulu, lagi lagi dari buku Liao Fan's Four lessons, bercerita tentang bagaimana membedakan perbuatan baik dan buruk.
Semua muridnya berebutan menjawab, mencuri adalah keburukan, memberi adalah kebaikan, membunuh adalah keburukan, menyembuhkan adalah kebaikan, sampai semua kata kata yang berlawanan kata disampaikan semua oleh murid murid tersebut. Namun seperti di film film cina kuno, sang guru hanya menggelengkan kepala sambil berkata, "itu semua tidak diperlukan". Sang murid semua terkaget kaget.
"Melakukan perbuatan dengan niat memberikan keuntungan ke orang lain adalah baik, melakukan perbuatan dengan niat memberikan keuntungan ke diri sendiri adalah buruk."
Sehingga tidak ada masalah apabila kita melakukan perbuatan buruk apabila niatnya baik, membunuh demi kebaikan suatu kaum, menghukum orang sepantasnya, tidak memberikan toleransi terhadap orang jahat, apabila kita mampu melihat bigger picture dan dengan niat yang sangat bersih untuk melakukan kebaikan kepada mereka.
Dan perbuatan baik itu sendiri terbagi dari begitu banyak tipe dan kolom kolom jenisnya. Betapa gw ga bingung saat pertama kali gw baca buku itu. Gw malah geleng geleng, bisa keburu mati gw sebelum bisa mencoba perbuatan baik ini semua. Tapi yang gw rasain, gw merasa pintu hati gw terbuka ketimbang gw menjadi orang baik yang palsu seperti dahulu kala. Gw hanya tukang tipu, memberikan imej diri sendiri bahwa gw orang baik yang ga macem macem. Orang baik itu bukan orang yg ga macem macem, orang baik itu memberi semuanya ke orang lain. Hmmm.... Kadang gw suka terkagum kagum dengan pria pria zaman dahulu yang telah menyentuh kesempurnaan spiritualnya sehingga menjadi sedewasa itu.
Jadi bagi orang orang yang merasa hidupnya menderita terus, mungkin anda bukan orang baik. Coba ditelaah lagi hidup hidup anda yang lalu, mungkin meditasi di bawah air terjun boleh, atau kalau di rumahnya tidak ada air terjun, boleh dicoba dahulu dengan shower. Harus air dingin ya, biar seger. Semoga kalian bisa berubah sedikit sedikit, karena saya berubah sedikit saja susah. Ciao!
No comments:
Post a Comment