Ya, rintik hujan ketika pulang, dengan buku yang kudekap erat.
Rasa tenang yang tiba-tiba datang, seperti sejuk yang datang memeluk.
Sunyi di luar, menari di dalam, senyum aneh yang ku buat ketika berada di transportasi publik.
Komik.
Khawatir-khawatir seru.
Cahaya yang masuk lewat sela dedaunan.
Tiduran di mana pun, walau dibilang "woi kotor woi.".
Gambar-gambar di kertas kosong.
Ketika kucing masih lebih menarik dari anjing.
Soda susu tiap siang hari, fanta susu pembuat diabetes tepatnya.
Ah kemana perginya hari-hari itu.
Mungkin harus mulai menciptakan kebahagiaanku sendiri, atau mungkin mengunjungi kisah-kisah nan lama.
Menua, semakin tidak merasa. Tidak boleh begini, seharusnya.
No comments:
Post a Comment