Sunday, April 10, 2011

menjadi mandiri

Bagaimana caranya menjadi mandiri? Kita kan memang dasarnya makhluk sosial, untuk apa jadi mandiri. Pernyataan itu benar secara konteks, namun saat dipraktekan, ternyata gak bagus, bukan karena ngerepotin orang lain. Tapi karena....

Ya, contoh perilaku mandiri kan seperti mandi sendiri, belajar sendiri, hidup sendiri, nanem padi sendiri, nanak beras sendiri, dan banyak lah lainnya yang bisa dilakukan sendiri. Apa harus semuanya kita lakukan sendiri? Ya untuk beberapa kasus saja... Ga semuanya.

Karena kalau kita (minimal) mencoba untuk mengerjakan aktivitas-aktivitas di atas sendirian, kita akan mengerti tanggung jawab apa yang bisa diberikan ke orang lain, dan mengetahui persentase benar tidaknya hasil perbuatan mereka.

Banyak kan majikannya ga bisa masak, terus marah marah makanannya ga enak pas dibuatin pembantu. Lah yang salah siapa? Kita aja belum nyoba masak sendiri, belum tau seberapa besar tanggung jawab itu memasak makanan sendiri, kok dioper ke orang lain? Ya gak bakalan nyambung.

Cobalah lakukan hal hal kecil sendiri, cuci piring, masak, belajar tanpa disuruh, beresin kamar tidur. Karena saat kita dewasa nanti, kita bisa memberitahu pembantu kita atau istri/suami kita cara melakukannya yang benar, bukannya malah menyalahkan.

Jangan dibiasakan menyalahkan orang lain, normal jika emang salah mereka, tapi kadang kita suka ngomel ngomel karena tanggung jawab yang seharusnya milik kita malah dioper oper ke pembantu, dan sambil menunggu semua selesai, kita hanya bermain main saja. Kata nyokap gw "kalau kamu biasa kerja, pasti kamu jadi pinter, ketemu masalah kayak apapun pasti bisa nyelesain". Dan gw percaya itu.

Ayo anak anak pemalas, gendut, kurang berolahraga, ayo ambil makanan sendiri, beresin sendiri. Keburu kalian membodohi diri kalian sendiri dengan fasilitas palsu seperti itu. Ayo ayo. Ciao <3

No comments: