Thursday, April 14, 2011

bagai kucing di ujung tanduk

Halo guys, masih hidupkah kalian? Masih sibukkah kalian? Ya bersyukurlah dengan keadaan kalian masing masing, kalian masih bisa baca blog ini, masih punya kaki untuk jalan kesana kesini, walau saya tahu bahwa penderitaan hidup kalian pasti sedang menumpuk. Sini sini om bantu ringankan, om cium ya... satu dua tiga... KYAAA!

Masalah, masalah, masalah. Hidup hanya tentang itu bukan?

Memang ukuran masalah itu subjektif sekali ya tapi, bagi orang yang gampang stres, telpon ga diangkat sama pacar aja bisa bikin dia bunuh diri. Tapi jangan sampe lah, telpon aja mbak mbak 108, kalo yang ngangkat cowok, paksa dia suruh bersuara kayak cewek! "Halo mas, mas bisa pura pura jadi mbak gak? Pacar saya ga ngangkat telpon nih".

Masalah sebenarnya ya hanya suatu kejadian dalam hidup kita yang ditanggapi dengan perspektif negatif. Jika di film drama, suatu kejadian yang terjadi adalah pasien wanita cantik leukimia jatuh cinta sama pria tampan stroke. Atau di film action, saat jagoan tidak bisa mengalahkan musuh bebuyutannya, tapi ya sudahlah, hanya suatu kejadian dalam hidup kita bukan? Hidup yang amat sementara ini.

Jika yang sementara kita anggap selamanya, lalu yang selamanya bakal kita anggap tidak ada?

Jika terkena masalah, jangan takut. Masalah itu memang sudah bagian dari takdir, cara menanggapinya yang kita sebut dengan ikhtiar, cara mengertinya kita sebut dengan tawakal. Gw sendiri memang ga pernah terlibat masalah besar seperti kepergok nonton film porno di gedung dpr atau apapun. Tapi ya, coba bayangkan perasaan sang pelaku;

saat berita mulai tersebar tentang kasus tersebut
"Aduh, mati saya, anak saya bakal malu sekali ini.... Aduh saya mesti bilang apa ya, bilang aja kena virus kali ya? Bilang abis dimainin anak saya, tau tau ada kayak gini"

saat keluarga tahu, saat partai berdiskusi
"Aduh, mati saya, argh mati saja saya kalau begini caranya, ga kuat saya menanggung cobaan sebesar ini"

Sama saja kan ya? Reaksi kita saat tertimpa masalah yang agak besar. "Mending mati aja kalo kayak gini mah". Kita sudah berkali kali menuntut mati, tapi Tuhan nampaknya masih baik dan memberikan kesempatan untuk minimal menerima saja keadaan yang sudah ada. Kadang masalah memang murni takdir kok, kita ga bisa apa apa.

Badai pasti berlalu, tapi di saat badai pasti ada cara yang tepat untuk melindungi kita sendiri. Yang penting adalah untuk tetap tenang di dalam keadaan apapun. Doakan kuis fisika gw bagus ya :"")

2 comments:

Anonymous said...

gw curiga lo peramal ran, setiap lo update blog pasti sesuai sm apa yg lg gw rasain. seriusan

Anonymous said...

everything happen for a reason.