Thursday, March 10, 2011

bermandikan cahaya lampu

Zaman yang progresif,

Cepat, terlalu cepat, terlalu kompeten bagi yang bodoh. Tunggu... bukan yang bodoh, maksudnya, terlalu penuh kompetisi bagi mereka yang ingin mencari arti lebih dari hidup ini. Terlalu sulit untuk keluar dari sistem ini, pilihannya hanya ikut berkompetisi seperti orang bodoh yang dimanfaatkan oleh orang bodoh lainnya, atau menjadi pengemis di jalanan yang idealis.

Apakah Tuhan sedang konsentrasi menciptakan makhluk baru? Apakah kita diabaikan? Atau kita sendiri yang memilih takdir kita untuk menjadi manusia yang 'memiliki' ketimbang menjadi manusia yang 'mengerti'?  Tuhan selalu berada di pihak di mana kita berekspektasi bukan? Pernyataan multitafsir, terlalu ambigu.

Lampunya semakin terang, tapi semakin sulit untuk melihat. Kendaraan semakin cepat, tapi kita semakin tidak punya tujuan. Musik yang dimainkan semakin keras hingga suara hati tidak terdengar lagi. Banyak pusat keramaian, tapi kesepian tetap saja menghantui. Kemampuan bersosialisasi kita lebih buruk daripada manusia purba, kemana kita akan pergi?

Di depan laptop kecil yang tak berarti, kita semua mulai kehilangan arti.

No comments: