Tuesday, November 02, 2010

keinginan abstrak yang menyeretku

Tiada ada hal yang lebih membuat kita menginginkan hidup selain keinginan keinginan abstrak.

Seperti ingin berada di derajat yang berbeda, kepemilikan yang berbeda, dan kemampuan yang berbeda. Kadang berusaha untuk melebih lebihkan atau sebaliknya. Dan dari hal ini juga gw baru mengerti, kenapa kita membutuhkan uang, materi, dan benda benda bodoh lainnya. Karena tanpa itu kita akan malas untuk hidup.

Mengejar akhirat konon sekaligus mengejar hidup.

Seperti bayi yang kehilangan botol susunya, padahal tanpa itu pun sebenarnya tak apa apa, hanya sekedar reflek kebutuhan. Tuhan menciptakan kita dengan spesifikasi, kita akan selalu membutuhkan sesuatu untuk bergantung atau bahkan kebutuhan untuk digantungi. Jadi wajar ketika kita sendiri kita akan terus berkata ada yang kurang ataupun ada yang hilang, kita didesain seperti itu.

Walaupun konteksnya akan berbeda beda nanti kebutuhannya, entah keinginan, kebutuhan atau apapun itu, semua itu akan melebur menjadi satu hal yang disebut "rasa kekurangan". Rasa di mana kita suntuk dan bingung untuk melakukan apa apa dan selalu merasa kurang. Dan kemudian kita mulai memilah milah mana yang sebenarnya kita butuh ataupun mau, walaupun konteks mau di sini sebenarnya kian lambat akan menjadi kebutuhan jika berhasil diraih.

Maka dari itu, tips untuk orang yang memiliki keinginan yang kecil dalam menjalani hidup, mungkin anda harus mencari apa yang anda inginkan atau butuh saat ini, lalu berusaha meraihnya lewat perbaikan diri ataupun secara terang terangan. Lagipula, Tuhan memang ingin kita untuk mondar mandir cari kegiatan dan kehidupan agar bisa dinilai di raport kita nanti.

Pandai bersyukur mempermudah mendapatkan keinginan yang besar.

Menghargai waktu, menghargai kesempatan merupakan bentuk pandai bersyukur. Jadi bagi mereka yang memiliki keinginan besar, camkan di diri anda bahwa suatu hari anda akan butuh hal itu, kalau keinginan sudah besar, pasti usaha juga ikut besar, kalau usaha besar, doa juga harus besar, dan kalau doa sudah besar, hati harus bersyukur dan pasrah secara lapang. Ribet amat kayaknya, ckck.

Ya banyak mau, banyak usaha, banyak doa aja ya mas. Jika tidak terjadi hari ini, itu tugas anda untuk menjadikannya terjadi di hari esok.

Kok gw jadi bingung ya, berarti berusaha sambil ikhlas. Usaha sambil nyantai? Kayaknya gitu. Hmmm....

No comments: