Tetangga gw, udah tua tapi tiap hari kerjaannya nyengar nyengir aja. Supir ojek langganan yang suka sok kenal manggil2 "bos bos", lo karyawan jg bukan manggil gw bos, tapi dia senang dan riang saja. Orang jahat, maling, juga kayaknya senyum senyum aja. Karena kita tidak bisa membuat sesuatu yang berarti bila kita tidak senang, even sebuah kejahatan sekalipun. Memang sudah takdirnya maling begitu, ngerogotin kantong kita, keluar dari tkp, lalu memberikan senyum kemenangan. Walau dia tau bisa aja dia digebukin satu kampung sampe nama doang yang tersisa.
Kita terlahir nangis, kita harus senyum dikit sebelum kita benar benar terlahir lagi. Dibawa senang aja caranya. Mungkin banyak ketidakmungkinan saat stres benar benar melanda. Tapi satu hal yang perlu dipikirkan, pikiran itu pilihan, dan semakin banyak hal buruk akan memberikan lebih banyak kebaikan di akhir. Jarang di fairy tale protagonis yang sudah setengah mati berjuang, endingnya sedih juga. Mungkin ada, tapi pasti worth untuk itu. Kecuali sinetron indonesia yg murni kekerasan dan lupa sama alur cerita.
Dan jika untuk dibawa senang sama sekali tidak mungkin, setidaknya dibawa tenang. Karena kita jarang membawa pesan baik jika kita sendiri sudah tidak tenang. Yang ada kita ruin everything, dan regret most of it. Yakinlah keputusan yang dibuat saat lo merasa senang atau tenang bakal lebih baik ketimbang pilihan yang mikir panjang penuh dengan stres. Karena pilihan itu tidak benar benar menentukan takdir, takdir itu kemauan, pilihan hanya jalan. Jadi, ya dibawa senang saja.
Banyak dari kita sok mau membuat perubahan besar di dunia ini, dengan berusaha menjadi kaya. Contohnya supir angkot yang sengaja ngetemnya dilama lamain walau udah lewat 1 jam, biar dia bisa nabung buat bisa beliin istrinya motor baru. Kita membuat perubahan satu pihak, sama saja kita mau memindahkan pasir dalam laut ke pasir di pesisir, kita akan lelah sendiri. Mengapa begitu sulit untuk dibawa senang saja, dan semuanya dibawa normal. Melanggar aturan boleh, tapi jangan semuanya dilanggar dengan alasan sekalian.
Siapa yang nurut aja sm hidup ini? Jarang, rata rata banyak yang mau perubahan, makanya banyak juga dari mereka bekerja keras matahin tulang sendiri siang malam. Memang mereka akan membuat perubahan, yang mayoritas akan diberikan ke diri sendiri. Perubahan materi yg ditujukan ke diri sendiri hanya membuat diri semakin tidak senang. Dan sulit saat itu bagi kita untuk dibawa senang semuanya. Karena ketawa, sama membuat orang lain ketawa. Enakan yang kedua. Percaya deh, dan berlaku untuk semua yang lainnya.
Entah kenapa gw jadi lebih suka naik angkot akhir2 ini. Apalagi jam pulang gw jadi malem. Bisa ngeliat orang pulang kantor, muka orang geram, muka org telponan, muka orang yang sok diem, dan muka orang frustasi. Andai gw tiap hari bawa kamera, gw foto2in mereka jg ga keberatan, dan gw wawancara mereka, pasti seru kali ya. Rokok yang dinyalain di tengah mobil melaju kencang, udah tau anginnya kenceng, rokoknya kan cepet abis ntar. Mending bakar jagung, roti, atau ayam gitu biar orang lain bisa dibagi.
Tapi gw pikir2, ingatan gw melemah. Biasanya gw selalu inget kejadian di suatu hari di mana gw bakal ceritain semua di blog ini. Atau mungkin karena semua sudah sering? Jadi bagi gw udah jadi hal biasa? Hmn berarti mendingan gw gak ngerasain apa2 dong di masa muda, biar nanti pas udh mulai dewasa baru fresh melihat dunia yang baru? Jangan dong. Mungkin gw harus memperhatikan semuanya lebih detil lagi.
Yasudahlah, udah deket uan. Hari senin udah uan. Gw udah ga bisa dimasukin apa2 lagi kepalanya, tinggal pasrah. Dibawa seneng aja. Dan mari malam ini kita doakan agar inter menang lawan chelsea. Materazzi harus main! Amin. BYE
No comments:
Post a Comment