JANGAN SEDIH! Ada bukunya tuh kalau ga salah yang bahasa arab. iya gw menyarankan jangan kita sekali kali sedih atau menangis. Karena sedih atau menangis melambangkan perkembangan. GA PERCAYA? Buktikan lah sendiri bung. Anak bayi kalau nangis, atau sedih, lama lama dia tambah gede kan? Jadi dewasa getoh. Jadi membosankan. Iya gw menyadari mengapa gw menjadi begitu keras dan tidak lagi lunak bagai pantat bayi kenapa? Karena gw jadi dewasa, dan itu membosankan.
Iya, memang kadang kita dipaksa untuk sedih, oleh majikan kita (kesannya gw pembantu deh). Kembali ke masalah sedih. Jangan sedih, karena sedih itu mempercepat penuaan fisik maupun jiwa. Fisik gapapa tua, tapi kalau jiwa sudah tua? Bahaya! Misalnya tadinya hobinya main layangan, sekarang hobinya main kursi roda. Bikin film "Kursi Roda Tokyo Drift". Bahaya kan? Gak juga sih.
Telah jelas kita dilahirkan untuk bahagia. Karena kita pas lahir aja nangis, kecuali gw sebagai penulis memang terlahir diem. Bahkan satu rumah sakit diem ngelihat gw yang lahir diem aja. Ga deng boong. Iya kita suka dilatih untuk berhenti menangis saat kecil kan? Itu sudah tandanya! Kalau kita menangis akan sia sia, mending marah malah. Gak juga sih, kadang air mata buaya pun berguna. Air mata buaya emang ada ya? Bukannya dia tinggal di air? ARGH peribahasa indonesia aneh2.
Gw memang ga jago nulis tulisan bertopik, tapi gw sedang berusaha. Iya kita dilahirkan dengan menangis tapi orang di sekitar kita tertawa senang. Dan meninggal di sekitar kita menangis sedih. Jadi lakukan lah seperti saat kita dilahirkan, hidup lah berbahagia. Kalau orang bilang kebahagiaan dunia itu fana, bohong itu. Kita bisa bahagia kok. Beli aja pil koplo, pil anjing biar hepi semaleman, asoy mai brader. HALAH. Iya maksud saya, bahagia itu bahagia yang seperti apa dulu.
Iya sedih itu ga ada gunanya. Susah itu cuman bikin kita tambah tua. Dan jadi orang yang dewasa yg sesungguhnya adalah orang yang menanggapi semuanya dengan kesenangan dan keikhlasan. Kenapa kita suka sedih? Kenapa sekarang banyak orang yang gloomy? Karena mereka menganggap bahwa itu akan menjadikan mereka dewasa dan keren. Padahal lebih keren hidup kyk stephen chow, tonton saja filmnya. Iya maksud gw, ga ada yg keren dan dewasa dari rasa sedih. Nonton elizabeth town klo ga percaya.
Gw sebenernya agak prihatin dengan kasus2 indonesia. Mulai dari manohara, prita, bank century, sampe kasus video bugil deddy corbuzier (emg ada?), semuanya kasus ditanggapi dengan rasa panik, tegang, kericuhan, tangis, dan manipulasi bla bla. Apa perlu seperti itu? Sebenarnya semua masalah itu akan selesai dengan joget, ketawa, dan senang. Senang di dalam hati, keikhlasan yang menancap, dan ketenangan hati.
Mau sedih? Ambil dvd di rumah gw. Mending sedih nonton dvd, daripada sedih menangisi kehidupan. Mending tenang dan mengolah rasa sakit yang ada dan menjadikannya batu loncatan. SEMANGAT PARA PEJUANG! Kalian dilahirkan dengan kesempurnaan, jangan lecehkan diri kalian dengan air mata! SEMANGATTTT
1 comment:
wihihihihi (applause). bikin ngakak :D
Post a Comment