sebenarnya gw ragu untuk mengungkap ini, karena betapa gw masih muda dan belia. untuk apa juga gw membuang semuanya yang pernah ada, kalau kata kenshin himura "setiap hari adalah penebusan dosa yang berada di masa lalu, dan masa lalu tidak bisa seenaknya dibuang", jadi untuk memperbaiki hari yang sekarang, gw harus menebus dosa yang ada di masa lalu. memang hidup bukan seperti kartun, jauh lebih rumit dari itu.
kalau kita ngomongin cinta, memang cuman bakal ada dua momen yang ada, kalo bukan sedih, ya indah. dan kalau semua sudah berlalu, yang tersisa bukan lah kedua momen itu, melainkan perasaan bingung yang melekat. karena hati seperti jendela, sekalinya terkena hujan akan basah, dan ketika hujan berhenti, air akan mengering meninggalkan bekas. kalau udah kenal cinta sekali, satu satunya cara untuk tidak patah hati adalah jatuh cinta terus menerus. namun masalahnya, selalu ada selang waktu di mana semua berhenti, dan semua yang pernah ada terulang kembali baik berupa ingatan maupun kejadian yang diperankan orang lain.
setiap orang pasti sering bertanya, mengapa baru sekarang dipertemukan, atau kenapa terlalu dini dipertemukan. entah takdir atau apa yang mengikat elemen perjodohan yang sudah ditakdirkan sejak lahir ini, tapi yang pasti adalah satu hal, bahwa kita sebagai manusia masih bisa berusaha untuk memperbaiki yang ada. bagaimana respon yang baik apabila perasaan kita masih terlilit, seolah kita berhutang budi, atau justru dendam terhadap seseorang yang telah memberi kita atau pihak yang diberi? ini juga masih gw rasakan, dan walau gw belajar fisika, matematika, tetap aja gw bakal balik lagi sama hal kayak gini.
bagaimana kalau ada suatu konstruksi bangunan, setelah bertahun tahun dibuat, gw sebagai kontraktor, waktu kerjanya habis, dan disuruh bikin bangunan di tempat lain. hasrat pembangunan yang telah gw tanamkan ke satu bangunan masih ada kan? mungkin salah juga sih gw mengumpamakannya pake bangunan. ya pokoknya, di tengah hidup gw, konteks mau lupa bisa lupa, begitu menyulitkan gw. gw harus senam lantai kayaknya biar nemu jawabannya.
andai dulu aku mengenal stroberi terlebih dahulu
maka pisang bukan lah tujuan utamaku
pisang telah pergi entah kemana
stroberi juga hilang seiring waktu
dan suatu hari, ada jus pisang stroberi di depanku
andai hidup itu gampang
No comments:
Post a Comment