Sunday, November 29, 2009

masalah? tidak ada tuh

Apa yang akan anda lakukan jika anda terjebak begitu banyak masalah mendesak? Lompat dari gedung? Atau sekedar ngunyah obat nyamuk tiga roda? Gw sendiri bukan pihak yang jago untuk hal kayak gini, nyatanya gw lagi ngalamin hal ini juga, hmn. Singkatnya gw masih bingung mau ngapain sekarang. Kalau kita kasih per poin masalahnya, mungkin kayak gini :

  • karya tulis gw baru gw rapihin, dan setelah gw baca ulang, masih mencla mencle bahasanya, gw aja yang baca udah ngmg kyk gitu, gmana guru pembimbing? memang seharusnya gw ngambil tema yang lebih gampang, "dampak minum kopi di pagi hari terhadap supir angkot yang suka begadang". sayangnya gw ngambil tema yang terlalu berat. "dampak pekerjaan pengamen terhadap perkembangan mental anak". gw masih berharap respon guru pembimbing besok bagus, amin
  • gw dipaksa ikut lomba essay dari uni ppm gitu, temanya corporate social responsibility, apa itu? iya artinya saya suka makan anak ayam hidup hidup
  • besok pagi (gw nulis ini jam 11 malem) gw ada ulangan blok
  • gw belom daftar universitas swasta manapun di indonesia, udah berasa yakin masuk negri mas? iya masuk universitas negri bali kali lama2 gw, jadi hanoman. astagaaa gw bingung sekali soal ini
  • gw lagi dalam keadaan males belajar, males gerak, dan kehilangan tujuan. setelah lama berpendapat gw akan masuk universitas negri, gw berpikiran untuk ke luar negri.. bingung
Alangkah baiknya kita menanggapi hidup seperti film komedi romantis. Karena masalah + dilema = tragedi, tapi kalau masalah + humor = komedi. Di saat2 seperti ini, kita sebagai manusia diuji untuk mencari kebahagiaan di tengah kesulitan, mencari jerami di tengah jarum, mencari domba di kandang buaya, dan pencarian lainnnya. Dan pencarian itu bukan hal yang gampang, dibutuhkan keuletan dan konsentrasi penuh saat menghadapi ini.

"Iya gw tau lo lagi bingung, tapi jangan panik gitu juga dong", kata2 ini lah yang sering keluar dari teman, pembantu, mungkin penghuni kuburan, atau mungkin dari kakek tua renta yang terbang dari atas langit. Saat air beriak, kita akan sulit melihat dasarnya. Sama persis dengan masalah, kalau kita terlanjur panik dan pesimistis, kita akan buyar dan cenderung ngambil keputusan singkat yang biasanya berujung penyesalan durasi berkepanjangan. Sebaliknya, kalau kita menyusun pikiran dan emosi kita. Kita jelas akan mampu melihat akar dari permasalahan ini, akar jahe, akar ginseng atau apapun.

Sebenarnya siapa yang membuat sesuatu menjadi baik atau buruk? Apa adanya seperti itu, atau pendapat yang kita jadikan fakta di pikiran kita? Hmn kebetulan gw abis nonton kungfu panda, jadi gw dapet quote seperti ini, "tidak ada kabar baik maupun buruk". pendek jelas, tapi kalau ditarik lebih panjang, bakal kayak mie dari tepung segitiga biru, melarnya luar biasa, tampak bagai kotoran godzilla. iya jadi asumsi jangan dijadikan fakta, opini jangan dijadikan realitas, kalau masih abu2 jangan dibilang hitam ya toh mas.

Dan yang dibutuhkan seorang manusia saat menghadapi gundukan2 hidup ini hanya satu, tenang. Karena semakin anda tenang semakin anda bisa melihat daerah sekitar, susunan permasalahan, yang tadinya seolah acak, jadi tersusun rapih bagai file di komputer, abis itu kena virus ilang semua, DHUAR. Yang gw mau tarik benang merahnya dari ini semua adalah, tenang + masalah + sedikit humor = penyelesaian. Bagaimana? Ada yang setuju? Mungkin hanya supir angkot yang sedang nginjek gas pake jempol sampe keram yang setuju. Tapi percayalah, masalah datang dari diri sendiri, bukan dari lingkungan anda. Percayalah!

Ngomong ngomong besok gw ulangan nih, jadi mesti tidur. Ya blog gw lagi ga ada cerita seru ataupun pengalaman yang mencengangkan. Gw butuh waktu luang nih, gw kangen nulis cerita ngasal2 tanpa dikejar waktu, ah roda waktu berputar cepat sekali.. Eh ada foto waktu gw survei lapangan ditemenin sama om gilang pas buat ngelengkapin karya tulis yang lagi gw kerjain.


Inget bocah dengan lugu nyengir2 kyk ikan nila gitu bikin pengen gw jadi aktivis sosial ketimbang memperkaya diri. Mendidik mereka, hmn.

takdir, kebetulan, ataupun kecelakaan
siapa mengira siapa berpikir?
seonggok doa direndam di lubuk
segudang tanya dia pikul
tetaplah begitu adanya
karena biji semangka akan jadi semangka
ketentuan kecil yang mengatur segalanya
jika ditanya apa arti pilu
dia jawab dengan warna biru
karena memang begini adanya

No comments: